Round-Up

Simak! Catatan Anggota DPRD DKI Bila Anies Setop PSBB 4 Juni

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 21:02 WIB
Meski masih tersisa 2 hari lagi PSBB di DKI Jakarta yang akan segera berakhir, kondisi jalanan Ibu Kota sudah terlihat padat dan kembali Macet. Ini potretnya.
Foto: PSBB DKI Jakarta akan segera diakhiri (Rifkianto Nugroho)

Fraksi Partai Golkar

Fraksi Partai Golkar sepakat jika masa PSBB di Jakarta dihentikan karena tren reproduksi corona di DKI menurun. Menurutnya masyarakat tidak bisa menahan lagi, kondisi ekonomi harus pulih tumbuh kembali dan pulih seperti awal.


"Kalau Golkar berpendapat PSBB harus diakhiri atau dilonggarkan minimal. Kita bisa kita menahan lagi. Kesehatan harus ajakan dan Ekonomi juga harus tumbuh dan pulih," kata Ketua F-Golkar DPRD DKI Basri Baco ketika dihubungi, Rabu (3/6/2020).

DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April dan sudah mengalami dua kali perpanjangan. Jadi, sejauh ini sudah mengalami tiga kali masa PSBB dan besok merupakan hari terakhir PSBB di DKI Jakarta, jika tidak ada perpanjangan lagi.

Di samping itu, Basri mengingatkan seluruh masyarakat harus bisa beradaptasi dengan new normal. Tetap tanamkan sikap waspada dengan menerapkan selalu protokol kesehatan.

"Namun Golkar juga mengingatkan dan wanti-wanti pemda dan seluruh masyarakat serta TNI dan Polri bahwa kita wajib menerapkan protokol kesehatan yang standar. Kita harus terap waspada tingkat tinggi dalam hal upaya pencegahan serta penegakan dan serius atas pelanggaran. Ini wajib dipegang teguh oleh pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Suka tidak suka, kita harus hidup dalam kondisi new normal agar semua bisa berjalan," ujarnya.

Lebih lanjut, Basri mengatakan rumah ibadah sudah harus dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan. Serta harus juga diawasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI).

"Golkar juga menyarankan agar rumah ibadah mulai dibuka dengan pantauan dari DMI dan Dinas kesehatan, daripada sekarang juga kucing-kucingan dengan pengurus masjid dan musala. Bikin perjanjian dengan pengurus rumah ibadah agar mereka wajib menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Halaman

(aan/zlf)