Pemkab Lutra Rampungkan Jalur Mabosa-Malimongan Sepanjang 22 KM

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 19:22 WIB
Pemkab Luwu Utara
Foto: Dok. Pemkab Luwu Utara
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mencatat progres jalur Mabusa-Malimongan sudah mencapai 22 kilometer (km) dan tinggal 2 km lagi. Jalur ini diyakini dapat menggerakan ekonomi di wilayah pedesaan dan pegunungan Sulawesi Selatan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Luwu Utara Suaib Mansur menjelaskan, perintisan jalan yang sudah dikerjakan sejak awal tahun 2018 lalu kini sudah dapat dinikmati oleh masyarakat desa setempat. Kondisi jalan sepanjang 24 km yang menghubungkan Dusun Mabusa Desa Rinding Allo di Kecamatan Rongkong dan Desa Malimongan di Kecamatan Seko kini dapat ditempuh dengan hitungan sekira 3 jam dari kondisi sebelumnya yang bisa mencapai seharian penuh, terlebih saat intensitas hujan tinggi.

"Sebelum jalur Mabusa-Malimongan dirintis, masyarakat yang ingin ke Seko Tengah dan Seko Lemo biasanya harus keliling dulu sehingga jaraknya sangat jauh. Sekarang mereka yang ingin ke Seko Tengah bisa masuk melalui Mabusa. Dari sepanjang 24 kilometer tertinggal 2 kilometer lagi yang masih sementara dibenahi oleh pemerintah daerah," ujar Suaib dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2020).

Hal itu diucapkannya saat mendampingi Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani pada kunjungan kerja peninjauan jalan sekaligus peresmian Sarana Air Bersih di Desa Malimongan, Seko, pada Senin (1/6/2020).

Suaib menjelaskan pembangunan infrastruktur jalan juga telah merambah ke wilayah pegunungan lainnya selain Rongkong dan Seko. Diungkapkannya, perbaikan jalan menuju ke Rampi sementara dalam tahap pemeliharaan.

"Hal ini kita lakukan agar pergerakan ekonomi masyarakat di daerah pegunungan khususnya, bisa berjalan lancar. Apalagi saya lihat beberapa wilayah desa produksi lokal sangat unggul tapi mereka butuh transportasi dan prasarana jalan yang baik. Kalau ini selesai, kita akan benahi yang lain agar pembangunan merata ke semua wilayah, termasuk Rampi yang saat ini sedang dalam pemeliharaan," ujar Suaib.

"Karena berbicara jalan itu tahapannya dari perintisan, pengerasan, dan ditutup jika memungkinkan dengan pengaspalan. Kita tidak menampik, Rampi memang ada kendala di struktur jalan, tapi tentu kita tidak berhenti untuk mencari solusi. Mari kita bersama menjaga apa yang harus kita pelihara," imbuh Suaib.

(prf/ega)