Helmy Yahya Cerita Tukin Karyawan TVRI Tertunda Gegara Dipecat dari Dirut

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:36 WIB
Eks Dirut TVRI Helmy Yahya penuhi panggilan Komisi I DPR untuk hadiri rapat dengar pendapat umum (RDPU). Rapat itu terkait pemecatan dirinya oleh Dewas TVRI.
Helmy Yahya (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Helmy Yahya menyebut pemecatannya dari Direktur Utama TVRI berimbas pada pencarian tunjangan kinerja (Tukin) karyawan TVRI. Helmy mengungkapkan sekitar 4.000 karyawan harus menunda keinginan mereka untuk menerima Tukin yang telah mereka tunggu selama berbulan-bulan.

"Kalaupun saya melakukan PTUN karena saya berjuang untuk karyawan TVRI yang sangat saya cintai dan dan juga rasa cinta saya untuk TVRI. Saya tidak ada lagi ambisi, saya tidak punya lagi keinginan sebenarnya untuk menjadi Dirut TVRI," ujar Helmy saat melakukan konperensi pers secara daring, Rabu (3/6/2020).

Helmy menyebut lebih dari 4.000 karyawan TVRI menunggu cairnya tunjangan kinerja mereka. Helmy mengatakan pencairan Tukin itu terhalang pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang harus ditandatangani Dirut.

"Saya ingin betul, lebih dari 4.000 karyawan TVRI terhalang untuk mendapatkan haknya yang sudah ditunggu berbulan-bulan yaitu untuk mendapatkan tunjangan kinerja atau Tukin, atau Tunkin. PP-nya sudah ditandatangani oleh bapak Presiden tapi terhalang pencairannya karena dananya, atau anggarannya harus diajukan dalam ABT, anggaran belanja tambahan yang harus ditandatangani oleh Dirut definitif," kata Helmy.

"Dengan diberhentikannya saya, sebelum saya menandatangani ABT tersebut terhalanglah mimpi dari karyawan-karyawan TVRI, pegawai-pegawai TVRI yang sangat saya cintai itu yang saya tahu lebih dari 17 bulan menantikan itu," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2