PDIP dan NasDem DKI Minta Hiburan Malam Tetap Tutup Meski PSBB Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:36 WIB
Diskotek Play A Sure di kawasan Jakarta Pusat yang ditutup sementara oleh Satpol PP. (Dok Istimewa)
Ilustrasi Hiburan Malam (Foto: Istimewa)
Jakarta -

DPRD DKI mendorong agar Pemprov tetap menutup tempat hiburan malam jika masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disetop nantinya. DPRD meminta Pemprov menyeleksi mana-mana saja tempat yang bisa dibuka seusai masa PSBB.

Dorongan itu datang dari beberapa fraksi di DPRD DKI. Seperti Fraksi PDIP DKI yang mengusulkan hiburan malam ditutup.

"Iya, jangan dulu dibuka (hiburan malam)," kata Ketua Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono, Rabu (3/6/2020).

Gembong meminta Pemprov juga harus mengawasi hiburan malam ini. Jangan sampai kecolongan adanya hiburan malam yang tetap buka.

"Iya betul, harus diawasi tempat hiburan malam ini," ujarnya.

Fraksi Partai NasDem juga mengusulkan hal yang sama. Wakil ketua Fraksi NasDem Nova Harivan Paloh meminta Pemprov DKI tidak membuka dulu tempat hiburan malam.

"Iya saya pikir jangan dulu dibuka," kata Nova.

Nova meminta Pemprov menyeleksi mana saja tempat yang bisa dibuka secara utuh tentunya di bawah pengawasan ketat dan mana tempat yang tetap ditutup.

Untuk diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April dan sudah mengalami dua kali perpanjangan. Jadi, sejauh ini sudah mengalami tiga kali masa PSBB dan besok merupakan hari terakhir PSBB di DKI Jakarta, jika tidak ada perpanjangan lagi.

Per akhir Mei, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Jakarta dinyatakan turun lagi. Pihak yang menghitungkan angka reproduksi efektif (Rt) untuk Pemprov DKI adalah tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Tren Rt-nya terus menurun," kata anggota tim FKM UI, Pandu Riono, kepada detikcom, Selasa (2/6).

Hitung-hitungan dimulai pada 18 Mei. Saat itu, angka median Rt menunjukkan 1,09; low Rt sebesar 0,94; dan high Rt 1,22. Pada 25 Mei alias sepekan kemudian, angka Rt sudah turun. Median Rt menjadi 1,06; low Rt menjadi 0,92; dan high Rt menjadi 1,19.

Hitung-hitungan terakhir, yakni pada 31 Mei, angka Rt turun lagi ketimbang sepekan sebelumnya. Median Rt menjadi 1,00; low Rt menjadi 0,87; dan high Rt menjadi 1,13. Penyebab turunnya Rt untuk Jakarta ini adalah penerapan PSBB, layanan tes, dan contact tracing.

(eva/dnu)