Dorong PSBB DKI Disetop Besok, NasDem Harap Pemprov Awasi Wilayah Zona Merah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 12:17 WIB
Politikus NasDem Nova Harivan Paloh dilantik jadi angora DPRD DKI Jakarta.
Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Nova Paloh (Fida/detikcom)
Jakarta -

Masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jakarta fase III akan berakhir besok. Fraksi NasDem DPRD DKI berharap PSBB tidak diperpanjang lagi, namun juga meminta Pemprov DKI untuk menegakkan aturan protokol kesehatan di tempat umum.

"Pertama masalah perekonomian ya, yang saya sangat concern. Dalam hal ini masalah mal yang akan segera dibuka, harus ada protokol COVID tentunya, pembatasan tamu, seluruh karyawan yang ada sudah dicek kesehatannya," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Nova Harivan Paloh, Rabu (3/6/2020).

Namun sektor pendidikan dikecualikan. Nova meminta agar sektor pendidikan tetap ditutup dan dibuka kembali tahun depan.

"Pendidikan untuk sementara waktu belajar di rumah menggunakan media online kalo kita liat tren menurun sampai akhir tahun baru boleh dibuka melalui protokol COVID," ujarnya.

Nova mengatakan Pemprov DKI tetap mengawasi wilayah-wilayah di Jakarta yang termasuk zona merah. Penanganan mulai dari bantuan sosial hingga dapur umum harus diterapkan.

"Meskipun pemda akan menerapkan pembatasan lokal saya rasa langkah yang baik untuk meinventarisir. Tapi ada beberapa masukan juga pertama tanggung jawab jangan hanya pada RT RW tapi langsung ke kelurahan setempat. Terus yang berada pada zona merah kelurahan wajib menyediakan dapur umum untuk konsumsi makanan ke warga yang terdampak," katanya.

Untuk diketahui, DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April dan sudah mengalami dua kali perpanjangan. Jadi sejauh ini sudah mengalami tiga kali masa PSBB dan besok merupakan hari terakhir PSBB di DKI Jakarta, jika tidak ada perpanjangan lagi.

Per akhir Mei, angka reproduksi efektif (Rt) COVID-19 di Jakarta dinyatakan turun lagi. Pihak yang menghitungkan angka reproduksi efektif (Rt) untuk Pemprov DKI adalah tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Tren Rt-nya terus menurun," kata anggota tim FKM UI, Pandu Riono, kepada detikcom, Selasa (2/6).

Hitung-hitungan dimulai pada 18 Mei. Saat itu, angka median Rt menunjukkan 1,09; low Rt sebesar 0,94; dan high Rt 1,22. Pada 25 Mei alias sepekan kemudian, angka Rt sudah turun. Median Rt menjadi 1,06; low Rt menjadi 0,92; dan high Rt menjadi 1,19.

Hitung-hitungan terakhir, yakni pada 31 Mei, angka Rt turun lagi ketimbang sepekan sebelumnya. Median Rt menjadi 1,00; low Rt menjadi 0,87; dan high Rt menjadi 1,13. Penyebab turunnya Rt untuk Jakarta ini adalah penerapan PSBB, layanan tes, dan contact tracing.

(eva/fjp)