Round-Up

Kebijakan New Normal Jokowi Didasari Data Keilmuan-Protokol Kesehatan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 05:31 WIB
Presiden Jokowi meninjau kesiapan prosedur new normal sekaligus progres renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta.
Presiden Jokowi saat meninjau persiapan new normal di Masjid Istiqlal Jakarta (Foto: Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Indonesia tengah menuju era kenormalan baru atau new normal. Pemerintah menyatakan kebijakan ini bukan asal-asalan, ada faktor keilmuannya.

Dengan akan mulainya era new normal di Indonesia, sejumlah kegiatan yang sebelumnya dihentikan atau dibatasi bakal dibuka kembali dengan sejumlah aturan. Aktivitas itu termasuk kegiatan perekonomian hingga tempat ibadah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pembukaan tempat ibadah hingga aktivitas ekonomi yang dimaksud dilakukan melalui tahapan yang ketat. Dia memastikan pembukaan itu menggunakan data-data keilmuan.

"Kita tahu penyebaran COVID sampai saat ini di Tanah Air memang belum semua provinsi di wilayah bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, pembukaan baik itu pembukaan untuk tempat ibadah, pembukaan aktivitas ekonomi, pembukaan sekolah, semua melalui tahapan-tahapan yang ketat dengan melihat angka-angka kurva dari R0 maupun Rt-nya. Semuanya memakai data-data keilmuan yang ketat," ujar Jokowi seusai meninjau Masjid Istiqlal, yang disiarkan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (2/6/2020).

Jokowi pun meminta protokol kesehatan yang ketat untuk terus diterapkan, sehingga tatanan normal baru akan dapat diterapkan ke semua sektor dan wilayah.

"Sehingga kita harapkan akan berjalan dari tahapan ke tahapan, dari sektor ke sektor, dari provinsi ke provinsi, sesuai dengan angka-angka yang disampaikan," tuturnya.

Tonton video 'Ini Pesan Pemerintah dalam Menyambut Kehidupan Normal Baru':

Selanjutnya
Halaman
1 2