KPK Limpahkan Perkara Bupati Solok Selatan Nonaktif ke PN Padang

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 18:01 WIB
KPK terus memperdalam penyidikan kasus suap pembangunan infrastruktur Jembatan Ambayan. Hari ini Bupati nonaktif Solok Selatan Muzni Zakaria kembali diperiksa.
Bupati Solok Selatan nonaktif Muzni Zakaria (Ari Saputra/detikcom)
Padang -

Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan perkara dugaan suap dengan tersangka Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan, Sumbar, nonaktif, ke Pengadilan Negeri (PN) Padang. Muzni nantinya akan menjalani sidang perkara korupsi di Pengadilan Tipikor yang ada pada PN Kelas IA Padang.

Muzni dibawa ke Padang dari Jakarta menggunakan penerbangan Garuda dengan pengawalan tim KPK yang berjumlah 3 orang, Selasa (2/6/2020).

"Berkas kasus yang kami limpahkan saat ini adalah untuk perkara korupsi dengan terdakwa Muzni Zakaria," kata jaksa penuntut umum KPK Rikhi Benindo Maghaz kepada wartawan.

Ia menyebutkan kasus yang menyeret Muzni adalah dugaan suap untuk proyek pembangunan Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan. Dugaan suap diterima dari pengusaha atas nama Muhammad Yamin Kahar, yang saat ini perkaranya sedang dalam proses sidang di PN Padang.

Muzni diduga menerima uang sebesar Rp 125 juta, ditambah uang berupa pinjaman sebesar Rp 3,2 miliar, dan pemberian karpet masjid senilai Rp 50 juta.

Pemberian itu disebut untuk 'memuluskan' lelang proyek Masjid Agung dan Jembatan Ambayan di Kabupaten Solok Selatan agar diberikan kepada terdakwa.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2