KJRI Chicago: George Floyd Direncanakan Dimakamkan di Houston Texas

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 15:55 WIB
Sebuah truk tangki menerobos kerumunan pengunjuk rasa yang memprotes kematian George Floyd di Minneapolis. Saat ini pengemudi truk telah diamankan polisi.
Foto: Ilustrasi demo Kematian George Floyd. (Dok AP Photo).
Jakarta -

Kasus kematian pria kulit hitam di Amerika Serikat (AS), George Floyd, menjadi perbincangan dunia. Menurut informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago, Floyd akan dimakamkan di kampung halamannya di Texas.

"Prosesi pemakaman George Floyd yang akan berlangsung mulai hari Kamis (4/6). Diberitakan bahwa almarhum menurut rencana akan dimakamkan di Kota Houston, Texas, yang merupakan kampung halamannya," tulis pernyataan KJRI Chicago, Selasa (6/2/2020).

Jenazah Floyd akan diterbangkan dari Minneapolis ke Houtson. Sebelum dimakamkan, memorial service atau upacara peringatan kematian akan dilaksanakan di Minneapolis.

"Pengacara keluarga menyampaikan jenazah George Floyd akan diterbangkan dari Minneapolis untuk dimakamkan di Houston pada Selasa (9/6) pukul 11.00 pagi. Sebelum itu memorial service akan dilaksanakan di Minneapolis pada Kamis (4/6) dari pukul 13.00-15.00 waktu setempat," jelas KJRI Chicago.

Diketahui, Floyd yang berusia 46 tahun tewas setelah dicekik dengan lutut seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin, usai dia ditangkap atas kecurigaan menggunakan uang palsu di sebuah toko di Minneapolis, Minnesota, pada Senin (25/5) pekan lalu. Kematian Floyd memicu gelombang protes besar-besaran di AS dan melepaskan kemarahan lama yang membara terhadap praktik rasialisme dalam sistem peradilan AS.

Sejumlah aksi protes yang berlangsung di AS awalnya berjalan damai, namun berujung kerusuhan dan diwarnai penjarahan. Para demonstran memblokir lalu lintas, melakukan pembakaran dan bentrok dengan polisi antihuru-hara, yang menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Aksi memprotes kematian George Floyd yang marak di Amerika Serikat telah meluas ke beberapa negara lainnya. Aksi serupa terpantau digelar di Inggris, Jerman dan Selandia Baru.

'Kerusuhan Tidak akan Membawa George Floyd Kembali':

(isa/ear)