RSU Pancaran Kasih Jawab Viral Sogok Keluarga Pasien COVID yang Meninggal

Angelica Rawis - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 15:37 WIB
Screenshot video klarifikasi Dirut RSU Pancaran Kasih
Foto: Screenshot video klarifikasi Dirut RSU Pancaran Kasih

Frangky lalu menjelaskan alasan mengapa pihaknya juga memberikan insentif kepada keluarga korban.

"Biasanya kebijakan kami, karena yang menyalatkan, memandikan, dan mengafani menanggung risiko tertular, maka wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) level III, dalam hal ini APD lengkap. Dan biasanya kami memberikan insentif Rp 300 ribu per orang," sebut dia.

"Kebetulan yang terjadi tadi yang memandikan, mengafani, dan menyalatkan pemuka agama. Itu cuma satu petugas, biasanya ada tiga, petugas kami melaporkan ada dua insentif yang tertinggal. Saya langsung bilang berikan saja kepada siapa saja yang ada di situ, kebetulan yang ada di situ keluarga dan menurut petugas keluarga tidak menerima," ujarnya.

Dalam klarifikasinya, Frangky mengatakan yang terjadi ialah miskomunikasi. Dia menegaskan pihak rumah sakit sama sekali tak berniat menyogok.

"Kalaupun kami salah, kami mohon maaf, tapi dari lubuk hati kami yang terdalam, kami hanya menjalankan tugas, dan misalkan itu diterima, anggaplah itu sebagai ungkapan berbelasungkawa, bukan untuk menyogok untuk menyatakan pasien ini positif COVID-19, sedangkan untuk menentukan pasien ini positif COVID-19 perlu pemeriksaan swab PCR," sebut dia.

"Sepanjang dia belum ada hasil, dia tidak dinyatakan sebagai pasien positif COVID-19 dan saat ini pasien dalam status PDP. Untuk protokol yang digunakan memakamkan jenazah adalah harus protokol penanganan jenazah COVID-19," tuturnya.

Halaman

(gbr/tor)