KDRT di Riau Direkam-Diviralkan Anak yang Tak Tahan Ibu Kerap Dianiaya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 13:08 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Pekanbaru -

Seorang suami tega memukul istrinya diduga hanya karena minta uang gaji di Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Penganiayaan itu direkam sang anak dan diunggah ke media sosial karena tak tahan ibunya kerap dianiaya dan jarang dikasih uang gaji.

"Anaknya menyebarkan video ke grup medsos masyarakat Nias," kata pejabat Humas Polres Rohul Ipda Ferry kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).

Namun dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini, kata Ferry, pihak korban sampai saat ini belum bersedia membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

"Kami menyarankan kepada korban agar membuat laporan polisi ke Polsek Kunto Darussalam agar perkara tersebut ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun, sampai hari ini belum ada laporannya. Katanya, istrinya, dia juga tak mau suaminya masuk penjara," kata Ferry.

Ferry menuturkan korban ingin permasalahan terlebih dahulu diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan perusahaan sebagai mediator dan perangkat desa.

Kasus KDRT ini menyebar lewat video yang diunggah anaknya sendiri di media sosial. Dalam video tersebut terlihat, pria yang diduga suaminya memukul wanita yang tak lain istrinya. Setelah memukul wajah, suami membanting istrinya ke dinding rumah hingga tersungkur ke lantai.

"Kejadian yang menyebar di medsos itu benar. Video itu sengaja direkam anaknya karena merasa kesal orang pada bapaknya yang diduga tak memberikan gaji kepada istrinya," kata Ferry.

Ferry menjelaskan pihak Polsek Kunto Darussalam telah mendatangi rumah korban pada 1 Juni 2020. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (30/5). Keluarga asal Nias, Sumut, ini berada di area perumahan perkebunan sawit PT SAMS.

"Korban inisial M (35) dan suaminya inisial DP (40) karyawan perusahaan," kata Ferry.

Pertengkaran rumah tangga ini, sambung Ferry, diduga berawal dari istrinya meminta uang gaji sekitar pukul 06.50 WIB. Tapi suaminya tidak terima saat istrinya minta uang gaji dan langsung emosional.

"Karena suaminya marah, korban siap-siap berangkat kerja memupuk di area perkebunan perusahaan. Kemudian korban minta tolong kepada mandornya inisial H untuk menumpang ke lokasi karena korban tak memiliki sepeda motor," kata Ferry.

Suami semakin marah, sambungnya, karena tahu istrinya akan diboncengkan oleh mandornya. Suami emosional dan memaki istrinya.

"Bukan pergi memupuk, kau, tapi me***te kau sama mandormu," kata suami korban seperti disampaikan Ferry.

"Selanjutnya terlapor memukul pipi sebelah kiri korban dengan menggunakan tangan dan membanting korban ke dinding rumah," kata Ferry.

Simak juga video 'Aduan KDRT Meningkat di Inggris Selama Lockdown':

(idh/tor)