Menag: Setoran Bipih Calon Jemaah Haji Juga Dapat Diminta Kembali

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 12:22 WIB
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi hari ini mengikuti rapat kerja perdana dengan Komisi VIII DPR yang membidangi persoalan agama.
Foto Menag Fachrul (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama Fachrul Razi memastikan calon jemaah haji tahun 2020 yang telah membayar setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) otomatis akan berangkat pada 2021. Namun Fachrul mengatakan setoran Bipih itu bisa ditarik jika calon jemaah menginginkan.

"Jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi biaya-biaya perjalanan haji atau Bipih tahun ini akan menjadi jemaah haji tahun 1442 hijriah atau 2021 mendatang," ujar Fachrul saat konferensi pers melalui akun YouTube, Selasa (2/6/2020).

Namun, jika calon jemaah membutuhkan uang tersebut, dana itu bisa ditarik kembali. Fachrul memastikan pihaknya akan membantu calon jemaah.

"Namun juga setoran pelunasan Bipih juga dapat dimintakan kembali oleh jemaah haji yang bersangkutan kalau dia butuhkan, silakan. Kami akan mendukung itu semua dengan sebaik-baiknya," katanya.

Dalam konferensi pers ini, Menag Fachrul tidak menjelaskan lebih jauh apa akibat apabila calon jemaah haji memilih menarik setoran ini. Namun, dalam sesi tanya-jawab, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali menjelaskan mekanisme pengembalian uang kepada petugas pembimbing haji daerah dan penyesuaian tarif ibadah haji tahun 2021.

"Mekanismenya gampang, karena mereka membayar Bipih untuk petugas yang di daerah itu juga atas nama pemerintah daerah, maka ya mekanismenya tentu dikembalikan semuanya kepada pemerintah daerah, karena SK-nya Kemenag itu adalah satu kesatuan, jadi untuk DKI petugas hajinya ini, ini, ini, sehingga dia membayar ini juga bisa dilacak, jadi sangat mudah sekali. Sangat gampang dan mudah sekali," jelas Nizar.

Faktor Kesehatan Jadi Alasan Pembatalan Haji Tahun 2020:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2