10 Orang Jadi Tersangka Terkait Perselisihan Kelompok Ormas di Tangerang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 09:38 WIB
perkelahian antar anak SMA
Foto: Edi Wahyono
Tangerang -

Polresta Tangerang Polda menetapkan 10 orang tersangka terkait perselisihan dua kelompok ormas di Kabupaten Tangerang. Para tersangka terdiri dari 7 orang dari ormas B dan 3 orang lainnya dari ormas P.

"Setelah melalui penyelidikan dan pemeriksaan yang dibantu sepenuhnya oleh Dirreskrimum Polda Banten, kami menetapkan 10 orang tersangka atas sangkaan perusakan barang atau orang secara bersama-sama," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, polisi telah melakukan mediasi dua kelompok ormas pada Jumat (29/5). Namun pada malam harinya. kedua ormas kembali ribut, di mana ormas B merusak posko ormas P hingga kemudian terjadi aksi balas dendam, ormas P menyerang ormas B.

"Atas peristiwa itu, Pengurus PP Kabupaten Tangerang dan Pengurus BPPKB Kabupaten Tangerang sama-sama membuat laporan kepolisian," ujar Ade.

Ade menyesalkan peristiwa perusakan itu. Sebab peristiwa itu terjadi usai kedua pimpinan ormas bermusyawarah dan mencapai sepakat. Ade pun memastikan, oknum-oknum yang melakukan aksi pengrusakan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Para tersangka, tambah Ade, dijerat Pasal 170, 406 KUHP, serta UU Darurat atas kepemilikan senjata tajam tanpa hak.


"Apabila ada ketidakpuasan, silakan tempuh jalur hukum

Saat ini polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus tersebut. Dari peristiwa itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 3 senjata tajam jenis golok, balok kayu, batu, dan barang-barang yang sudah rusak dari posko kedua ormas.

Kasus ini bermula dari adanya penarikan sepeda motor oleh pegawai salah satu lembaga pembiayaan atau leasing. Kedua pihak yakni konsumen dan leasing ternyata masing-masing didukung oleh kedua ormas itu.

Persoalan penarikan motor yang terjadi pada Kamis (28/5/2020) sudah selesai. Namun permasalahan itu memicu keributan kedua kelompok ormas tersebut.

(mea/mea)