Djoko Edhie Dipecat dari Pengurus PAN & Direcall dari DPR
Kamis, 22 Des 2005 00:45 WIB
Jakarta - Acara 'piknik' BURT DPR ke Mesir sudah membawa korban. Rapat harian Pengurus Dewan Pimpinan (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memutuskan Djoko Edhie Sucipto Abdurrachman dipecat dari pengurus harian dan di-recall dari DPR. Menurut Ketua Fraksi PAN DPR Abdillah Thoha, keputusan ini diambil secara bulat. Hasil rapat akan dibawa ke rapat pleno DPP PAN sebagai forum yang berwenang untuk memecat seorang pengurus DPP dan me-recall-nya dari DPR."Hasil rapat bulan, akan memproses pemberhentian dari pengurus DPP dan merecall dari DPR sesuai AD/ART. Artinya akan diproses melalui rapat pleno, karena rapat harian tidak berwenang," kata Abdillah saat dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (22/12/2005) pukul 01.30 WIB.Djoko Edhie, menurut Abdillah, dinilai telah melanggar kebijakan partai, yakni menyalahgunakan izin mengikuti kunjungan BURT DPR ke Mesir. Dalam kunjungan itu tidak ada agenda studi banding tentang perjudian, tapi Djoko memberi kesan bahwa agenda tersebut ada."Informasi ini menyesatkan, karana DPR tidak ada agenda membahas RUU Perjudian. Ini juga merugikan citra PAN, seolah-olah kita bermaksud melegalisasi perjudian. Padahal kita menentang perjudian," tegas Abdillah.Ketika ditanya apakah Djoko hadir dalam rapat harian yang membahas nasib dirinya itu, Abdillah mengiyakan. "Dia diberi kesempatan untuk memberi klarifikasi," jelasnya.Abdillah juga menjelaskan bahwa Djoko Edhie masih diberi kesempatan untuk membela diri dalam rapat pleno DPP PAN yang akan dipimpin Ketua umum DPP PAN Sutrisno Bachir. Sutrisno Bahir tidak hadir dalam rapat harian di kantor pusat DPP PAN di Jalan Tebet Timur Raya No. 23 Jakarta Selatan. Ia sedang sedang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk melantik pengurus PAN setempat.
(gtp/)











































