Peringati Hari Lahir Pancasila, TNI AL Makassar: Garuda di Lautku

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 15:05 WIB
Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)
Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)
Makassar -

Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) memperingatinya dengan meluncurkan video pendek 'Garuda di Lautku (GDL)'.

Video yang berdurasi 2 menit 31 detik ini menggambarkan sekilas tentang 'Garuda di Lautku'. Penanaman Terumbu Karang Kebangsaan 2020 di Pulau Kodingareng Keke Makassar mulai dari Grand Launching 'Garuda Di Lautku' di Wisma Negara Center Point of Indonesia.

Proses penurunan modul rangka GDL yang berbentuk Garuda Pancasila, Puncak acara Penabaman Terumbu Karang Kebangsaan 2020 oleh ratusan penyelam gabungan TNI/POLRI dan Masyarakat umum tanggal 15 Maret 2020 serta dilanjutkan dengan pengalungan medali GDL kepada seluruh penyelam GDL tersebut.

Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)

Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas selaku Ketua Panitia GDL menyampaikan bahwa peluncuran video pendek GDL ini merupakan satu bentuk cara Lantamal VI di masa pendemi COVID-19 untuk memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 01 Juni yang diperingati di setiap tahunnya.

"Gerakan 'Garuda di Lautku' adalah kegiatan yang dilaksanakan dari TNI AL untuk Indonesia utamanya dalam hal menumbuhkan rasa jiwa kebangsaan dan melestarikan ekosistem laut dengan transplantasi terumbu karang kebangsaan berbentuk burung Garuda di dasar laut yang sarat dengan filosofi karena Garuda adalah lambang negara Indonesia, sementara laut adalah pemersatu bangsa," kata Hanarko Djodi dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)Kegiatan TNI AL Lantamal VI, Garuda di Lautku. (Dok TNI AL)

"Kelestarian terumbu karang menjadi rasa syukur kepada Allah SWT, kemanfaatannya dilandaskan pada kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan disertai pemahaman bahwa laut adalah pemersatu Indonesia sebagai bangsa kepulauan yang terdiri atas kemajemukan suku, bahasa, dan agama. Pengelolaan laut harus berlandaskan kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan mufakat. Pada akhirnya, kelestarian terumbu karang akan bisa memberikan kesejahteraan dan pengelolaannya harus berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," Ungkapnya.

Tonton juga video 'Jokowi Prediksi Situasi Sulit hingga Tahun Depan, Tapi Harus Optimistis':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2