Cegah Corona Meluas, Pemkot Semarang Gelar Rapid Test di Bandara

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 10:23 WIB
Rapid Test
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menggalakkan tes COVID-19 secara masif. Pemkot telah melaksanakan rapid test di New Bandara Ahmad Yani Semarang pada Sabtu 30 Mei 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr. Hakam menerangkan, tes dilakukan di bandara untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari orang-orang yang masuk ke Kota Semarang.

"Bandara menjadi poin penting untuk kita lakukan rapid test. Dari sini, masuk orang-orang dari daerah luar yang bisa saja membawa virus. Yang berbahaya itu OTG (Orang Tanpa Gejala), tidak bisa terdeteksi hanya dengan termometer. Sehingga kita lakukan tes COVID-19," ujar dr. Hakam dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2020).

Rapid test di New Bandara Ahmad Yani dilakukan dua tahap, pertama kepada petugas Angkasa Pura dan berikutnya dilakukan kepada penumpang kedatangan asal Jakarta. Ada 14 penumpang yang menjalani tes. Sebagian dites dengan metode rapid test dan sebagian lagi menjalani swab test.

Hakam mengatakan tes dilakukan untuk mencegah penyebaran virus di masyarakat. Jika hasil tes menunjukkan reaktif atau positif, orang yang bersangkutan akan langsung diisolasi.

"Tes rapid dan swab ini untuk menjaring penyebaran virus yang mungkin dibawa masuk oleh penumpang dari luar Kota Semarang. Sehingga bagi yang hasil tesnya positif akan diintervensi untuk melakukan isolasi, agar dapat menekan angka penyebaran virus ini," terang dr. Hakam.

Selain di bandara, pada hari yang sama juga dilakukan tes swab kepada tenaga medis. Ada 239 dokter umum dan dokter gigi se-Kota Semarang yang mengikuti tes.

Tes dilaksanakan di tenda karantina rumah dinas Wali kota Semarang. Swab tes, ungkap Hakam, bertujuan sebagai skrining tenaga medis yang setiap hari berhadapan dengan pasien.

"Tim medis ini setiap hari berhadapan dengan pasien dan orang banyak. Penting sekali kita berikan akses untuk tes COVID, jangan sampai ada kesulitan untuk tenaga medis melakukan tes," kata dr. Hakam.

Sebagai informasi, Pemkot Semarang sebelumnya telah menggelar rapid test massal di sejumlah pasar tradisional. Dengan menggencarkan tes massal, diharapkan dapat memutus penyebaran COVID-19.

(mul/ega)