Melaut Sejak 10 Mei, 4 Nelayan di Bengkulu Dilaporkan Hilang

Hery Supandi - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 09:13 WIB
Nelayan.  dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Nelayan/Foto: Dikhy Sasra
Bengkulu -

Empat nelayan di kota Bengkulu hilang setelah pergi memancing. Mereka pergi pada 10 Mei lalu dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini. Pencarian sudah dilakukan.

Empat orang nelayan Kota Bengkulu tersebut yakni Dar, Bahrin, Blu yang merupakan warga Lempuing dan Buyung yang berasal dari Skip Kota Bengkulu diketahui pamit pergi memancing menggunakan perahu pada tanggal 10 Mei lalu. Sejak itulah mereka belum kembali kerumah.

"Suami saya pamit pergi ke Tempat Pelelangan Ikan di pulau Baii ingin pergi memancing bersama tiga temannya, sejak saat itulah suami saya tidak pulang lagi," ujar istri Bahrin, Wati (01/06/2020).

Wati Istri Bahrin mengatakan, ketika itu suaminya berangkat dari rumah pada tanggal 10 Mei 2020 ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baii untuk pergi melaut bersama tiga orang temannya menggunakan Kapal Cinto Bundo 07. Wati juga mengatakan sebelum tanggal 20 mei lalu suaminya masih bisa dihubungi melalui telpon genggam, namun sejak tanggal 20 hingga saat ini tidak bisa dihubungi lagi.

"Kalau melaut biasanya 13 sampai 15 hari sudah kembali ke rumah, tapi ini sudah 23 hari," ujar Wati kembali.

Diketahui dari informasi yang didapat terakhir waktu dua hari sebelum Lebaran, Wati mengatakan ada nelayan lainnya sempat mengajak mereka pulang namun keempat nelayan tersebut menolak lantaran ikan tengah mudah didapat dan akan bertahan sehari lagi.

Menurut wati biasanya suaminya kerap mencari ikan di kawasan Pulau Mego berbatasan dengan Sumatera Barat. Wati berharap suaminya berserta ketiga temannya segera pulang dalam kondisi selamat.

Sementara itu, Kepala Basarnas Provinsi Bengkulu Abdul Malik saat dikonfirmasi mengatakan, pencarian di Pesisir Selatan Bengkulu sudah dilakukan semenjak tangga 25 Mei lalu namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan keempat nelayan tersebut.

"Hasil sampai saat ini masih nihil, dan untuk Kapal Basarnas belum bisa turun lagi ke laut kerana cuaca masih belum membaik," ungkap Abdul Malik.

(zlf/zlf)