Kritik SE Kemenag, PGI Keberatan soal Perizinan Kegiatan di Rumah Ibadah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 08:21 WIB
Ketua PGI Gomar Gultom/Isal Mawardi detikcom
Foto: Ketua PGI Gomar Gultom/Isal Mawardi detikcom
Jakarta -

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) memberikan saran terhadap surat edaran Kementerian Agama (Kemenag) soal aturan kegiatan di rumah ibadah selama masa pandemi Corona (COVID-19). Menurut PGI, lebih baik izin hanya diberikan oleh kepala daerah secara umum tanpa rumah ibadah mengajukan izin masing-masing.

"Terkait SE tersebut, saya mempunyai keberatan terhadap ketentuan perizinannya. Sebaiknya ijin diberikan oleh otoritas setempat secara umum dan sekaligus kepada semua rumah ibadah di wilayahnya," ucap Ketua PGI Gomar Gultom, saat dihubungi, Minggu (31/5/2020).

Diketahui, Kemenag mengelaurkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah lbadah Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID di Masa Pandemi. Salah satu isinya yaitu soal izin rumah ibadah untuk melaksanakan kegiatan ibadah.

PGI takut jika masing-masing rumah ibadah mengajukan izin, akan terjadi masalah. Contohnya, ada rumah ibadah yang tidak mendapat izin sementara rumah ibadah lain mendapatkan izin.

"Kalau setiap rumah ibadah harus mengajukan izin sebagaimana SE tersebut, hal ini akan menyulitkan karena akan disalah-gunakan untuk kepentingan tertentu dan khawatirkan bias mayoritas," ucap Gomar.

Sementara itu, untuk aturan akad nikah dihadiri oleh maksimal 30 orang, PGI tidak keberatan. Menurutnya, PGI mengimbau kepada gereja untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Terkait pernikahan, kami memang menghimbau untuk tetap taat protokol kesehatan. Kami menghimbau untuk membatasi jumlah pengunjung semua jenis peribadahan, termasuk pernikahan, hanya sebatas 30-40% kapasitas gedung," ucap Gomar.

Tonton video 'Menag Terbitkan Edaran Soal Pembukaan Rumah Ibadah Saat New Normal':

(aik/isa)