Persaingan Trayek, Ratusan Sopir Datangi Gubernur Sulsel
Rabu, 21 Des 2005 16:37 WIB
Makassar - Sekitar 200 sopir pete-pete (angkot) memenuhi Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka mendesak Pemprov Sulsel agar segera mengeluarkan aturan pelarangan masuknya trayek antar kabupaten hingga ke dalam kota Makassar.Para sopir itu mendatangi kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Selasa (20/12/2005) sore kemarin. Sopir yang merupakan sopir trayek Makassar Mall- Daya itu kemudian menginap di kantor itu dan Rabu (21/12/2005) ini kembali melakukan aksi. Protes ratusan sopir ini merupakan buntut perseteruan dua trayek, yakni antara trayek Makassar Mall-Daya dan trayek antar kabupaten Makassar-Maros-Pangkep. Trayek antar kabupaten ini seringkali mengambil dan menurunkan penumpang hingga masuk dalam kota Makassar. Padahal, para sopir Trayek Makassar Mall-Daya menganggap, trayek antar kabupaten harusnya hanya sampai di Terminal Regional Daya, yang letaknya di perbatasan Makassar-Maros. "Kalau masuk sampai dalam kota, sama saja mereka mengambil lahan kami," ujar Sularnain, salah seorang sopir.Akibat aksi para sopir itu, Jalan Urip Sumohardjo sempat mengalami kemacetan. Pasalnya, sejumlah kendaraan para sopir pete-pete tumpah hingga ke jalan karena kendaraan yang sesak di halaman kantor gubernur. Para sopir akhirnya pulang setelah Pemprov berjanji mengeluarkan SK sementara tentang pelarangan trayek antar kabupaten untuk beroperasi di dalam kota. Sekadar diketahui, beberapa waktu yang lalu, sopir dari trayek antar kabupaten pernah menginap di kantor gubernur dan meminta agar mereka tidak dilarang untuk beroperasi hingga dalam kota Makassar.
(iy/)











































