Round-Up

Suara MUI-PGI soal Aturan Rumah Ibadah yang Dibuka Lagi di Masa New Normal

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 06:12 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi akhirnya memperbolehkan area Zona Hijau di Kota Bekasi menggelar sholat Idul Fitri. Izin itu dikeluarkan usai menggelar rapat bersama Polres dan MUI Kota Bekasi.
Foto: Ilustrasi masjid (Rengga Sancaya)

MUI

MUI tengah membahas pola penyelenggaraan ibadah dan aktivitas keagamaan menghadapi tatanan hidup baru atau new normal. MUI tidak ingin terburu-buru mengeluarkan keputusan.

"Kita tidak mau terburu-buru," kata Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa Sholahuddin Al Aiyub melalui keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

Sholahuddin mengatakan MUI akan memberikan rekomendasi setelah mengevaluasi efektivitas aturan pemerintah terkait ibadah selama masa pandemi Corona ini. Keselamatan umat, sebut dia, harus diutamakan dibanding kepentingan lain.

"Sementara kalau untuk menjaga jiwa masyarakat atau umat Islam itu tidak ada alternatif lain. Maka dalam hal ini, MUI ingin mendahulukan itu (perlindungan jiwa masyarakat). Kesimpulan seperti apa, saat ini masih digodok," jelas Sholahuddin.

Sholahuddin menjelaskan perlu mempertimbangkan kondisi daerah untuk memastikan apakah aktivitas keagamaan bisa dilakukan di rumah ibadah pada masa 'new normal' nanti.

"Kondisi daerahnya seperti apa, tingkat penyebarannya seperti apa, karena ini variabel yang penting," ungkap Sholahuddin.

PGI

Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) saat ini tengah merumuskan pedoman beribadah saat tatanan hidup baru atau new normal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

PGI berharap agar jemaat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di gereja. "Tentu PGI sudah mendiskusikan hal ini lebih detil dalam percakapan WAG para pimpinan gereja seluruh Indonesia. Intinya kurang lebih sama dengan pedoman yang sudah pernah diedarkan PGI saat sebelum PSBB. Hanya saja ada penambahan soal peningkatan disiplin, peningkatan pola hidup bersih dan sehat dan peningkatan sistem kekebalan tubuh sebagai habitus baru umat," ucap Ketua Umum PGI Gomar Gultum saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

Gomar mengatakan durasi ibadah tidak akan dibatasi. Namun terkait pembatasan jumlah jemaat, saat ini tengah dikaji.

"Tidak ada pembatasan durasi ibadah, karena rasanya tidak relevan. Pembatasan jumlah umat masih dikaji apakah perlu misalnya dengan menggunakan parameter hanya 50% kapasitas gereja atau jaga jarak setidaknya satu meter," jelas Gomar.

Gomar menyebut PGI dalam kapasitas memberikan panduan. Sementara untuk pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing gereja.

"Kesiapan PGI adalah di tataran semacam SOP dan tuntunan praktis. Masalahnya ada di gereja-gereja. Sekalipun PGI siap dengan dokumen berisikan SOP dan tuntunan tersebut, yang kita kuatirkan adalah ketidak-siapan umat dan para pimpinan jemaat-jemaat lokal, karena masalah disiplin," ucap Gomar.

"Kita tahu bahwa masyarakat kita masih belum merata kepatuhannya terhadap SOP atau aturan main. Kita masih membutuhkan peningkatan disiplin. Olehnya sejak awal kami mendorong para pimpinan gereja untuk mendidik umatnya mendisiplinkan diri, mematuhi disiplin," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3