Demo Anti WTO Terus Bergulir
Rabu, 21 Des 2005 13:01 WIB
Jakarta - Tuntutan agar pemerintah keluar dari Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terus bergulir. Sekitar 150 petani dari Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) tak bosan-bosan menuntut hal tersebut.Dalam unjuk rasanya di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (21/12/2005), mereka menyatakan, WTO hanya merugikan negara berkembang seperti Indonesia.Keberadaan WTO hanya menguntungkan negara-negara maju seperti AS dan Uni Eropa. "Rencananya WTO pada tahun 2013 akan mencabut subsidi bagi pertanian, ini akan memperburuk pertanian Indonesia," kata Korlap FSPI Ali Fahmi dalam orasinya.Menurut Fahmi, jika subsidi pertanian dicabut akan membuat petani di negara-negara berkembang tidak siap bersaing dengan petani-petani negara maju. Pemerintah seharusnya terlebih dahulu memperkuat fondasi di sektor pertanian atau pun pertambangan."Sekarang saja lahan pertanian banyak diambil alih menjadi gedung atau pun industri. Begitu juga dengan sektor pertambangan yang banyak diraup negara-negara maju," katanya.Para pendemo sebagian besar mengenakan baju seragam bertuliskan "Bubarkan WTO". Spanduk yang diusung mereka juga bertuliskan tuntutan yang sama. Spanduk juga ditulisi kalimat "Negara harus menjamin hak atas pangan dan upah yang layak".
(umi/)











































