Manfaatkan Teknologi, Pelabuhan Banten Normal Selama Pandemi Meski Ada WFH

M Iqbal - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 13:27 WIB
Pelabuhan Banten, banten, General Manager IPC Cabang Banten, Agus Hendrianto
Pelabuhan Banten. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Operasional Pelabuhan Banten atau Indonesia Port Corporation (IPC) berjalan normal selama pandemi Corona (COVID-19). Padahal, 70 persen karyawan di Pelabuhan Banten bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan dikendalikan tanpa tatap muka.

General Manager IPC Cabang Banten Agus Hendrianto menjelaskan kapal-kapal yang bersandar dan bongkar-muat dilakukan melalui teknologi informasi yang diterapkan di Pelabuhan Banten. Pelayanannya tanpa tatap muka.

"Kenapa bisa karena kita mengoptimalkan teknologi informasi, terbantu dengan program yang sudah kita optimalkan," kata Agus kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Dia mengklaim pelayanan tetap berjalan meski dikerjakan dari rumah. Menurut Agus, bisa jadi satu-satunya pelabuhan di Indonesia yang bisa menerapkan cara kerja tersebut hanya di Pelabuhan Banten.

"Jadi selama WFH dan WFO (work from office) kan kita hampir 70 persen kerja di rumah, nah ini mungkin bisa jadi ini satu-satunya pelabuhan di Indonesia yang bisa menerapkan WFH hampir 70 persen berkat IT itu," kata dia.

Pelabuhan Banten, banten, General Manager IPC Cabang Banten, Agus HendriantoGeneral Manager IPC Cabang Banten, Agus Hendrianto. (M Iqbal/detikcom)

Agus mencontohkan, ketika ada kapal yang mau bersandar di pelabuhan, prosedur yang ditempuh semuanya via online dengan memanfaatkan teknologi. Rapat kapal yang biasa dilakukan tatap muka kini dilakukan melalui rapat daring. Kemudian, arus dokumen dari agen ke pihak pelabuhan semuanya memanfaatkan teknologi.

"Misalnya rapat kapal, tadinya dilakukan secara temu muka untuk penyandaran kapal, nah ini sudah dilakukan secara teknologi. Lalu flow of document yang selama ini masih ada yang menggunakan kertas nah ini sebagian besar sekarang sudah paperless jadi lewat digital, jadi di kita itu ada aplikasi e-Office," tuturnya.

Di sisi lain, teknologi yang saat ini diterapkan melalui jaringan internet adalah terminal operating system. Pemantauan kerja-kerja pelabuhan selama pandemi dilakukan dari jarak jauh.

"Lalu untuk monitoring kita optimalkan IT-nya, kita punya terminal operating system itu optimalkan untuk pengoperasian pelabuhannya itu. Kita semuanya sudah online dan nyaris tidak berhubungan (tatap muka) lagi baik dengan pengguna jasa," sebut Agus.

Sejauh ini, Agus mengatakan operasional pelabuhan tetap berjalan normal dengan tambahan penerapan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Seluruh kapal yang hendak sandar ke pelabuhan diperiksa oleh otoritas kesehatan pelabuhan. Ini juga termasuk pegawai pelabuhan yang diperiksa kesehatannya oleh pihak kapal.

(elz/ear)