Round-Up

Saudi Mulai Buka Pintu tapi Ibadah Haji Tahun Ini Belum Tentu

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 08:07 WIB
Arab Saudi yang menutup sementara perjalanan umroh untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Berikut foto-foto suasana terkininya.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi akan melonggarkan aturan lockdown mulai Kamis, 28 Mei 2020. Begini penjelasan soal nasib ibadah haji dan umroh tahun ini.

Dikutip dari Reuters, ibadah haji dan umroh akan tetap ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan.

Hal tersebut dikonfirmasi melalui akun Twitter pengurus dua masjid (Masjidil Haram dan Nabawi) @hsharifain.

"Umroh akan tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Musim umroh saat ini berakhir 15 Syawal 1441. Informasi mengenai Haji 1441 akan segera tersedia," cuit akun tersebut.

Terkait pelonggaran lockdown dilakukan melalui tiga tahap, yakni 28 Mei sampai 30 Mei dengan mengizinkan aktivitas jual-beli, termasuk mal untuk buka.

Kemudian, pada 31 Mei hingga 20 Juni adanya izin pegawai pemerintah dan swasta untuk masuk normal. Di tahap ini juga, masjid-masjid diizinkan menggelar salat berjamaah dan salat Jumat untuk umum.

Terakhir adalah tanggal 21 Juni di mana semua aktivitas boleh dilakukan normal dengan mengikuti protokol kesehatan COVID-19, seperti memakai masker dan hidup sehat.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten mengimbau umat Islam menunda ibadah haji dan umroh di masa pandemi. Hal itu dilakukan guna memastikan kesehatan setiap para jemaah.

"Arab Saudi mendesak umat Islam untuk menunggu rencana menghadiri ziarah tahunan haji sampai ada kejelasan lebih tentang pandemi virus corona yang mematikan," kata Muhammad Saleh dalam wawancara dengan televisi pemerintah beberapa waktu lalu (31/3/2020).

"Sesungguhnya Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani jemaah haji dan umrah dalam segala situasi. Siap untuk menjaga kesehatan umat Muslim dan warga negaranya. Tapi kondisi saat ini di mana kita menghadapi pandemi global, kami telah meminta kepada saudara kita yang muslim di seluruh negara di dunia untuk menunda kesepakatan kontrak apa pun hingga jelasnya masalah ini. Kita berdoa semoga Allah SWT menjauhkan bencana ini dan insyaallah kita semua selamat dan berada dalam keadaan aman selalu," tutup dia.

Arab Saudi pertama kali memberlakukan lockdown pada awal Maret di wilayah Qatif timur, yang merupakan tempat tinggal kalangan muslim Syiah yang paling banyak untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Lockdown kemudian diperluas ke bagian lain Arab Saudi, termasuk Mekah dan Madinah. Arab Saudi sebelumnya mengumumkan pada April bahwa dua masjid suci di Mekah dan Madinah akan tetap ditutup sepanjang Ramadhan sampai 23 Mei 2020.

Simak video 'Salat Id di Masjidil Haram, Kami Rindu Sujud Bersama':

(aan/zlf)