Satu Korban yang Hilang di Sungai Polman Ditemukan dalam Keadaan Tewas

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 09:50 WIB
Satu Korban Tenggelam di Sungai Polman Ditemukan Tewas
Satu Korban Tenggelam di Sungai Polman Ditemukan Tewas (Dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Basarnas menemukan salah satu warga yang tenggelam di sungai Mapili, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, usai menghindari penggerebekan polisi. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Satu korban yang ditemukan teridentifikasi bernama Hasanuddin (45 tahun), warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli. Hasanuddin ditemukan sekitar satu kilometer dari titik terakhir terlihat oleh warga.

"Pada hari ketiga kita melakukan pencarian, berhasil menemukan salah satu korban atas nama Hasanuddin, ditemukan sekira satu kilometer dari jarak titik jatuhnya," kata Komandan Tim Basarnas Sulbar, Muh Syahran Laturua SE, kepada warga di lokasi pencarian, Rabu (27/5/2020).

Syahran mengatakan, saat ditemukan, jenazah korban tersangkut pada ranting pohon di tepi sungai. Jenazah ditemukan dalam keadaan tengkurap.

"Ditemukan dalam posisi tengkurap, dalam kondisi nyangkut pada ranting dan akar pohon di tepi sungai," ujarnya.

Kedatangan korban di rumah duka disambut jerit tangis histeris keluarga. Mereka tidak menduga ayah satu anak ini pergi untuk selamanya dengan kondisi memprihatinkan.

Sementara itu, untuk memastikan penyebab kematian korban, Tim Medis dari Puksesmas Mapilli bersama aparat kepolisian langsung melakukan visum terhadap korban. Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka lecet akibat tersangkut akar pohon.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan di tubuh korban, hanya ada luka lecet, diduga akibat tersangkut pada akar dan ranting pohon saat hanyut terbawa arus sungai," jelas Kepala UPTD Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani.

Sebelumnya diberitakan, Hasanuddin (45) bersama dua warga lainnya bernama Saparuddin (40) dan Asrar (19) nekat melompat ke dalam aliran Sungai Mapilli yang berarus deras lantaran takut ditangkap polisi yang melakukan penggerebekan arena judi sabung ayam, yang berlangsung di tepi sungai Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Senin sore lalu, 25 Mei 2020.

Upaya warga di sekitar lokasi kejadian memberikan pertolongan terhadap Hasanuddin dan Saparuddin yang sempat terlihat hanyut gagal lantaran derasnya arus Sungai Mapilli.

(maa/maa)