Pemkab Sumedang Ungkap Titik Rawan Penyebaran Corona Setelah Lebaran

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 18:25 WIB
Di tengah penerapan PSBB, Pasar Tanjungsari di Kabupaten Sumedang tetap ramai diserbu warga. Mereka berbelanja kebutuhan jelang hari raya Idul Fitri.
Foto: Muhamad Rizal/detikcom
Jakarta -

Hari ketiga Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mencatat masih banyak sejumlah titik yang sangat berpotensi menjadi lokasi rawan penyebaran COVID-19. beberapa di antaranya yaitu pasar, terminal dan tempat-tempat ibadah.

Oleh karena itu Pemkab mengimbau masyarakat Sumedang agar selalu waspada dan tetap disiplin menjalankan physical distancing, menggunakan masker setiap bepergian keluar rumah dan sering mencuci tangan pakai sabun.

"Masyarakat Sumedang harus lebih berhati-hati dan waspada akan bahaya penyebaran COVID-19 di pusat perniagaan.

Sebab penyebaran virus sangat mudah karena droplet bisa menempel di permukaan benda yang ada di pusat perniagaan yang dalam keseharian sering kita sentuh," seperti yang ditulis rilis resmi Pemkab Sumedang, Selasa (26/5/2020).

Hingga hari ini, tiga orang yang dinyatakan positif SWAB test sudah sembuh. Sehingga kini tersisa sembilan orang yang masih berstatus positif SWAB. Sedangkan berdasarkan rapid test ada dua orang yang masuk ke dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan dua orang masuk ke dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Jumlah total Reaktif Rapid Test sebanyak 66 orang, 59 orang dinyatakan selesai dan 3 orang meninggal. Perlu diketahui dan dipahami bersama, bahwa hasil rapid test reaktif belum tentu positif terpapar COVID-19, untuk membuktikannya harus dilanjutkan dengan uji Polymerase Chain Reaction/SWAB," ungkapnya.

Di hari ketujuh pelaksanaan PSBB Tahap ke III di Kabupaten Sumedang, pemkab ingin masyarakat disiplin dan dapat bekerja sama untuk mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan dalam PSBB Tahap III yang akan berakhir 29 Mei 2020 nanti. Adapun salah satu upaya Pemkab Sumedang yaitu dengan memperketat check point di perbatasan.

Selain itu, Pemkab Sumedang juga memberikan bantuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Bantuan senilai miliaran juta rupiah dibagikan ke rumah sakit, Dinas Kesehatan, untuk kemudian dibagikan kepada tenaga kesehatan. Dengan demikian, turunnya insentif khususnya yang diberikan bagi tenaga kesehatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus bekerja keras dan berjuang guna memutus rantai pandemi COVID-19 di Kabupaten Sumedang.

Pemkab Sumedang juga menambahkan bahwa Ariyanti yang meninggal pada 16 Mei 2020 beralamat di Dusun Cibala, Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal, dan dikebumikan menggunakan protokol COVID-19, hasil tes SWAB yang keluar pada tanggal 21 Mei 2020 menyatakan yang bersangkutan negatif COVID-19.

(mul/mpr)