Pemasang Patung Nyi Roro Kidul di Atas Karang Waterblow Bali Ditemukan

Angga Riza - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 15:30 WIB
Patung mirip Nyi Roro Kidul di Bali (Dok. Istimewa)
Patung mirip Nyi Roro Kidul di Bali. (Dok. Istimewa)
Denpasar -

Polisi sudah menemukan pemasang patung Nyi Roro Kidul di atas batu di Waterblow, Kawasan ITDC, Bali. Pemasang mengaku dirinya menaruh patung di situ karena mendapat bisikan dari Nyi Roro Kidul.

"Sudah, sudah deketahui pelakunya dan diklarifikasi. Pelaku dia bilang diberi bisikan dari Nyi Roro Kidul untuk pasang patung di situ karena itu batas pantai selatan gitu," kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Yusak menjelaskan pemasang patung Nyi Roro Kidul adalah orang yang terekam di CCTV. Pemasang merupakan seorang perempuan dan melakukan aksinya dengan calon suaminya.

"Iya, calon suami, tapi menghilang dia," ujar Yusak.

Polisi meminta pemasang patung ini mencabut patung yang dipasangnya agar tidak menimbulkan opini yang aneh. Yusak mengatakan tidak ada penahanan dan proses hukum dalam kasus ini terhadap pemasang.

Hanya, dia meminta agar pemasang memberikan klarifikasi kepada pihak ITDC.

"Iya dicabut, pihak ITDC memang meminta untuk dicabut supaya tidak ada opini macam-macam," tegas Yusak.

"Untuk tindak pidananya kan tidak ada, kita tidak bisa menahan yang bersangkutan gitu. Mungkin dari situ nanti yang bersangkutan bisa mengklarifikasi dengan pihak ITDC gitu," lanjutnya.

Sebelumnya, heboh adanya patung ratu pantai selatan Nyi Roro Kidul yang muncul di atas batu di Waterblow, Kawasan ITDC. Patung tersebut terpasang berdiri di atas batu karang.

Diketahui patung tersebut berada di Waterblow pada Minggu (24/5/2020) lalu. Patung yang ciri-cirinya mirip Nyi Roro Kidul itu berukuran 30 cm.

"Informasi yang didapat dari rekan sekuriti kawasan bahwa patung tersebut yang berada di atas batu karang seperti patung Nyi Roro Kidul (Ratu Pantai Selatan) berwarna hijau dengan ukuran sekitar 30 cm," kata Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai kepada detikcom, Selasa (26/5).

(eva/eva)