Agar Bisa Jualan, Pedagang Pasar Raya Padang Wajib Tes Swab Corona

Jeka Kampai - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 12:21 WIB
Pasar Raya Padang jadi klaster COVID-19 setelah puluhan orang disimpulkan positif. Beberapa di antaranya meninggal. Untuk memastikan kondisi kesehatan, ratusan pedagang dites swab, Sabtu (23/5/2020). Karena banyaknya pedagang, direncanakan tes akan berlanjut usai Lebaran.
Pedagang Pasar Raya Padang dites swab. (Dok 20Detik)
Padang -

Para pedagang di Pasar Raya Padang diwajibkan menjalani tes swab, dalam upaya mengurangi penyebaran virus Corona (COVID-19). Kawasan Pasar Raya merupakan salah satu klaster Corona terbesar di Sumatera Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid mengatakan baru 557 pedagang yang sudah diambil sampelnya. Angka itu masih jauh dari target yang mencapai 1.000 lebih. Tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ini akan dilanjutkan usai Lebaran karena belum mencapai jumlah yang ditargetkan.

"Akan dilanjutkan lagi karena sudah tiga hari dilakukan tes Swab, baru 557 pedagang yang diperiksa," kata Feri Mulyani kepada wartawan, Minggu (24/5/2020).

Menurut Feri, penyebab belum tercapainya target swab pedagang Pasar Raya, salah satunya, adalah keengganan sejumlah pedagang menjalani tes swab. Hal ini lantaran ajakan kepada pedagang untuk melakukan swab baru bersifat imbauan.

"Setelah ini tidak bersifat imbauan lagi, tapi wajib periksa. Kita akan cari aspek hukumnya karena ini terkait penyakit menular," kata dia.

Menurut rencana, tes swab akan dimulai kembali pada Rabu (27/5) mendatang karena saat ini cukup banyak pedagang yang pulang dan tidak berjualan selama masa Lebaran. Tes swab sendiri sudah dimulai sejak 3 hari lalu.

Dinas Perdagangan bersama Dinas Kesehatan Kota Padang rencananya memeriksa lebih dari 1.000 pedagang yang selama ini tercatat aktif berjualan dalam pasar terbesar di ibu kota Provinsi Sumbar tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andre Algamar berharap para pedagang bisa meluangkan waktu untuk menjalani pemeriksaan. Ini dimaksudkan agar Pasar Raya bisa menjadi zona hijau.

"Para pedagang wajib ikut tes ini. Mereka nantinya akan diizinkan kembali berdagang seperti biasa jika negatif, sementara jika positif akan masuk karantina," jelas Andre.

Pasar Raya Padang merupakan salah satu klaster besar penyebaran COVID-19 di Sumbar. Sejauh ini, menurut data dinas Kesehatan, ada 284 kasus positif Corona, di mana lebih dari 110 orang di antaranya berasal dari klaster Pasar Raya.

(elz/elz)