Ikut Takbiran di Masjid atau Rumah? Ini Pertimbangannya

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 11:56 WIB
Sejumlah warga menyaksikan kembang api dan petasan di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta. Pesta kembang api dan petasan ini menghiasi perayaan malam takbiran Idul Fitri.
Foto: Rifkianto Nugroho/Ikut Takbiran di Masjid atau Rumah? Ini Pertimbangannya
Jakarta -

Kemenag dalam sidang isbat yang diselenggarakan pada Jumat (23/5/2020), telah memutuskan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H jatuh pada Minggu (24/5/2020). Sejalan dengan keputusan tersebut, umat Islam bersiap melakukan takbiran menyambut Lebaran 2020.

Dengan pandemi COVID-19 yang masih melanda Indonesia, maka ada yang berbeda dengan takbiran menyambut Idul Fitri 1441 H. Takbiran dilakukan dengan mengutamakan upaya pencegahan dan menekan jumlah kasus COVID-19 di masyarakat, yang angkanya masih terus naik.

Bagi yang bingung ikut takbiran di masjid atau rumah, ini pertimbangannya:

1. Utamakan takbiran di rumah

Takbiran di rumah sebaiknya dipilih tiap muslim di Indonesia yang berada di zona merah atau hijau. Upaya ini untuk mencegah infeksi virus corona makin luas dengan jumlah kasus yang makin meningkat.

"Pada situasi normal takbiran bisa dilaksanakan secara bersama-sama baik di masjid, musala atau berkeliling dengan mobil atau kendaraan lainnya. Namun di saat terjadi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, kami menganjurkan untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing demi menjaga keselamatan jiwa kita semuanya," kata Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi.

2. Batasi orang yang takbiran di masjid

Takbiran di rumah bisa tetap dilaksanakan untuk menghidupkan suasana Hari Raya Idul Fitri, pujian pada Allah SWT, dan bagian dari amalan istimewa. Namun jumlah orang yang takbiran di masjid jangan terlalu banyak seperti Idul Fitri beberapa tahun sebelumnya. Pembatasan ini untuk menjaga jarak dan mencegah penularan virus corona antar jamaah.

"Gema takbir di masjid, mushala dan surau harus tetap dikumandangkan untuk menjaga syiar agama, tetapi hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja," kata Zainut.

3. Cara takbiran di rumah

Masyarakat tak perlu ragu memutuskan takbiran di rumah, meski tidak terbiasa. Takbiran di rumah menekan risiko terinfeksi virus corona dan peningkatan kasus COVID-19 di masyarakat. Takbiran bisa dilakukan bersama keluarga dan lingkungan terdekat lainnya.

Bagi yang bingung cara takbiran di rumah, berikut caranya seperti dijelaskan MUI:

a. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir Ramadhan hingga jelang dilaksanakannya sholat Idul Fitri

b. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan)

c. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat Allah SWT.

Dengan ini diharapkan umat Islam tak lagi ragu memutuskan takbiran di rumah pada malam Idul Fitri 1441 H. Selain menjaga ketaatan pada perintah Allah SWT dan RasulNya, takbiran di rumah adalah upaya muslim yang tetap sabar dan tidak menyerah menghadapi COVID-19.

(row/erd)