Mayat Korban Pembunuhan Pasangan Cinta Sejenis di Bengkulu Ditemukan

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 22 Mei 2020 14:56 WIB
Penemuan mayat korban pembunuhan di Bengkulu (Hery-detikcom)
Penemuan mayat korban pembunuhan di Bengkulu. (Hery/detikcom)
Bengkulu -

Mayat WN (22), yang diduga merupakan korban pembunuhan pasangan cinta sejenis, ditemukan di sungai. Mayat WN ditemukan setelah polisi, TNI, Tim SAR, dan warga melakukan pencarian.

Mayat ditemukan tersangkut batang kayu di area sungai Desa Susup, Bengkulu Tengah, Jumat (22/5/2020). Mayat ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi dugaan pembunuhan terjadi.

"Arus Sungai Susup memang ditahan oleh pihak PLTA Musi, hingga air menyusut dan akhirnya jasad korban terlihat dari permukaan sungai" ujar Kepala Desa Susup Bursanudin.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno mengatakan mayat korban sengaja dibuang oleh pelaku pembunuhan ke sungai yang merupakan aliran PLTA. Terdapat banyak luka di mayat korban.

"Korban ditemukan oleh tim sekitar 700 meter dari TKP pembunuhan, korban dibuang oleh pelaku ke Sungai AUR, yang merupakan aliran PLTA, Korban ditemukan tersangkut di batang kayu yang ada di aliran sungai AUR," ujar Sudarno.

Sebelumnya, dua pria warga Bengkulu Tengah, MU (16) dan AL (20), diduga menghabisi teman kencannya karena sakit hati tak dibayar setelah melakukan hubungan sesama jenis. Kedua pelaku menghabisi korban dengan sadis.

Kedua pelaku diduga telah berencana membunuh korban WN (22), yang merupakan mahasiswa salah satu kampus swasta di Kota Bengkulu. Mereka lalu membuang jasad korban ke sungai.

"Pembunuhan ini telah mereka rencanakan, pelaku mengaku sakit hati karena tidak dibayar usai melakukan hubungan, usai dibunuh korban dibuang ke dalam aliran sungai PLTA," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah Iptu Rahmat, Kamis (21/5).

Tersangka MU diduga mencekik leher korban dengan ikat pinggang. Sementara tersangka AI memukuli korban dengan besi shock breaker hingga akhirnya tewas.

"Ketiganya homoseksual. Satu tersangka menjerat dengan ikat pinggang dan satu lagi memukul dengan besi shock motor," ujar Rahmat.

Pembunuhan diduga dilakukan keduanya di pondok sebuah kebun dekat bendungan PLTA Musi di Desa Susup, Kecamatan Merigi Sakti, Bengkulu Tengah, Rabu (20/5).

(haf/haf)