Kemendikbud Sebut 58 Ribu Seniman Ikut Terdampak COVID-19

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 21:01 WIB
seniman ludruk surabaya akan tampil di jakarta
Ilustrasi seniman. Foto: Istimewa
Jakarta -

Ditjen Kebudayaan Kemendikbud mencatat 58 ribu seniman di seluruh Indonesia ikut terdampak COVID-19. Pendataan ini masih terus dilakukan untuk kemudian diambil langkah bantuan seperti apa buat mereka yang terdampak.

"Sudah membuka pendataan awal April, ada 38 ribu nama dari seluruh Indonesia, termasuk seniman tradisi. Tahap pendataan ini pertama dilakukan secara online. Tapi kan ada seniman tradisi yang tidak menggunakan teknologi itu," ujar Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dalam konferensi pers virtual konser 'Berbagi dalam Keterbatasan', Kamis (21/5/2020).

"Akhirnya kita meminta bantuan dari pemerintah daerah, ada tambahan 20 ribu nama. Jadi 58 ribu totalnya data yang ada di kita. Kita bagi per jenjang, untuk memastikan dukungan seperti apa yang kita berikan di masa sulit itu," imbuhnya.

Ia mengatakan bakal ada 27 ribu seniman yang mendapat bantuan tunai Rp 1 juta. Ini merupakan skema bantuan pertama, sedangkan bantuan kedua menggunakan skema lain, seperti bekerja sama dengan pemerintah daerah atau Kemensos. Tak terkecuali kolaborArtsy dalam konser orkestra virtual 'Berbagi dalam Keterbatasan' yang digelar besok.

Konser ini digelar oleh Jakarta City Philharmonic (JCP) yang juga bekerja sama dengan OVO dan BenihBaik.com. Konser digelar di channel YouTube Budaya Saya pukul 16.00 WIB.

Orkestra tersebut bakal diisi dengan penampilan enam lagu dan penampilan menarik dari Melly Goeslaw, Maruli Tampubolon, dan Tohpati. ⁣⁣⁣⁣⁣ Keenam lagu yang bakal ditampilkan ialah Indonesia Raya, Varia Ibukota, Wanita, Sio Mama, Jatuh Cinta, dan Can-can dari Opera 'Orpheus in Underworld'.

Dewan Komisaris Jakarta City Philharmonic, Anto Hoed mengatakan pihaknya ingin mengumpulkan donasi yang bisa langsung diarahkan ke yang memerlukan, terutama seniman tradisional. Tema 'Berbagi dalam Keterbatasan' diambil karena ingin memberi dampak dari event yang bakal digelar besok, terutama buat seniman yang terdampak akibat COVID-19 ini.

"Pemain ketoprak misalnya, bagaimana main saat daring ini. Karena harus main dalam satu panggung bersama, sendiri di rumah gimana caranya. Lalu apakah mereka bisa menguasai teknologi. Oleh karena itu, yang utama mungkin kepada seniman tradisi," ujarnya.

Saat konser berlangsung, OVO yang ikut dalam kolaborasi gelaran ini, bakal menyediakan URL buat penonton yang ingin berdonasi online dan membantu para seniman tradisional yang ekonominya terdampak akibat COVID-19. Sedangkan hasil donasi bakal disalurkan lewat BenihBaik.com.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra mengatakan pihaknya ingin mengikuti jejak perusahaan teknologi besar di negara lain yang ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi COVID-19.

"Kaitannya dengan area kesenian ini, sempat ketemu dengan Pak Dirjen (Hilmar Farid), teman di komunitas seni mengalami kesulitan. Kami OVO berusaha menyediakan solusi. Kita tahu banyak konten dan pertunjukkan seni di media sosial dan YouTube memiliki traffic besar, tapi tidak memiliki pembayaran," ujarnya.

"Kami ikut menyosialisasikan acara besok, di berbagai kota sudah ada billboardnya. Jadi meski tidak sedang menonton, nanti klik URL-nya, bisa ikut donasi dan nanti disalurkan melalui BenihBaik.com," imbuhnya.

(prf/ega)