Mesin Waktu

21 Mei 22 Tahun Lalu: Lengsernya Soeharto, Akhir Cerita Orde Baru

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 21 Mei 2020 12:56 WIB
pengunduran diri Presiden Soeharto
Foto: Presiden Soeharto membacakan pidato terakhirnya (Ilustrasi: Edi Wahyono)
Jakarta -

Presiden kedua RI, Soeharto lengser pada 21 Mei 1998 usai demonstrasi terus merebak. 22 tahun berlalu, akhir cerita penguasa Orde Baru itu tercatat rapi dalam sejarah Indonesia.

Soeharto menjabat sebagai Presiden Indonesia sejak tahun 1967, menggantikan sang proklamator Sukarno. Berpuluh-puluh tahun menjabat, presiden yang dijuluki sebagai bapak pembangunan ini selalu mampu menjaga stabilitas negaranya.

Namun, memasuki tahun 1998, kepemimpinan Soeharto mulai goyah. Demonstrasi dan kerusuhan merebak dimana-mana. Dalam buku "Sejarah Pergerakan Nasional" yang ditulis Fajriudin Muttaqin, dkk, ditulis demonstrasi mahasiswa ini bermula lantaran krisis ekonomi yang menghantam Indonesia pada tahun 1998.

Kegoyahan ekonomi ini merupakan bagian dari akibat krisis finansial di kawasan Asia. Lantas, rakyat pun mulai kehilangan kepercayaan kepada presiden Soeharto yang sudah berkuasa selama 32 tahun. Soeharto sudah dianggap tidak mampu lagi mengatasi krisis berkepanjangan ini.

Mahasiswa pun menuntut Soeharto agar lekas turun dari tampuk kekuasaan. Namun, Soeharto tetap pada pendiriannya untuk melakukan reformasi usai tahun 2003. Protes para mahasiswa pun makin tak terbendung lantaran reformasi tak kunjung terlaksana. Aksi demonstrasi bermunculan kembali di sejumlah daerah. Seperti di antaranya, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Ujungpandang dan daerah lainnya.

Kemudian dampak dari peristiwa demonstrasi pun semakin membara. Apalagi setelah disiram oleh kenaikan harga bensin, yang mana dari harga Rp 700 menjadi Rp 1.200. Meledaklah peristiwa 12 Mei yang dikenal dengan tragedi Trisakti. Kekacauan pecah saat mahasiswa Trisakti dihalangi saat hendak menuju Gedung DPR.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2