Istri Siri Ungkap Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD Tangerang

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 21:55 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto Ilustrasi (Fuad Hashim/detikcom)
Tangerang -

Perempuan berinisial YA (40) melaporkan suaminya, seorang anggota DPRD Kabupaten Tangerang, ke polisi. Ia mengaku dianiaya sang suami karena dituding berselingkuh dengan pria lain.

"Dia cemburu, dia dapat info dari istri pertama, di rumah saya ada laki-laki," ujar YA ketika dihubungi detikcom, Rabu (20/5/2020).

YA bercerita penganiayaan itu terjadi di kediamannya di Kota Tangerang pada Rabu (6/5/2020). Mulanya, YA sedang mencuci piring saat suaminya tiba di kediamannya.

Namun, pelaku langsung marah-marah karena mendengar kabar korban berselingkuh. Pelaku menggeledah rumah korban untuk mencari pria yang dimaksud.

"Pelaku itu periksain semua kamar, kamar pertama, kamar mandi di kamar pertama, kamar kedua, kamar anak saya, terus dapur. Kamar mandi dapur, sampai dia naik ke tembok ke atas genteng," ungkap YA.

Lantaran tidak menemukan pria yang dimaksud, pelaku melampiaskan emosi ke korban. YA mengaku suaminya itu menganiaya dia hingga pingsan.

"Dia marah dengan saya akhirnya menggampar saya, kena telinga saya sampai telinga saya pendengarannya mengalami masalah. Terus dia menggampar saya sampai saya pingsan. Setelah pingsan, akhirnya dia mau bangunin saya, tapi dibangunin saya itu dengan cara menendangkan kakinya ke badan saya, akhirnya paha kanan, kiri saya lebam," tuturnya.

Kemudian, pelaku menyiram korban dengan air. Pelaku masih melanjutkan penyiksaan dengan memukul korban menggunakan sandal.

"Sambil meludahi wajah saya, terus dia pukuli lengan tangan saya sebelah kiri, berkali-kali," imbuh YA.

"Perasaan saya, muka sudah penuh ludah semua, terus didorong ke tembok, saya dicekik satu kali," sambungnya.

Kemudian, istri pertama dan istri ketiga pelaku datang ke kediaman korban. Mereka juga ditemani sejumlah pria yang diduga korban sebagai pesuruh pelaku.

"Dia mengambil seluruh fasilitas yang dia kasih ke saya, seperti mobil, motor, STNK, BPKB motor, sampai jam tangan saya dia ambil," ucapnya.

"Istri pertama dan istri ketiga (pelaku), mereka ngacak-ngacak lemari saya semua, niatnya mau ngambil barang-barang. Di situ saya cuma duduk aja karena saya diancam pakai kunci inggris," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2