Realokasi APBN Gegara Corona, Nadiem: Tunjangan Profesi Guru Tak Dipotong

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 16:10 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Nadiem Makarim. (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) termasuk yang direalokasi untuk mendukung penanganan pandemi virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Mendikbud, Nadiem Makarim memastikan anggaran tunjangan profesi guru tidak terimbas kebijakan realokasi tersebut.

"Dalam kondisi krisis ini tentunya tunjangan profesi guru juga masuk kategori yang sama, tidak ada perubahan anggaran, pemotongan anggaran, dan juga bantuan kepada perguruan tinggi swasta juga tidak ada pemotongan juga," kata Nadiem dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI yang digelar virtual, Rabu (20/5/2020).

Raker antara Komisi X dengan Nadiem disiarkan secara langsung di YouTube DPR. Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi X dari Fraksi PDIP, Agustina Wilujeng.

Nadiem mengaku memfokuskan terhadap sejumlah anggaran. Dia memastikan Kemendikbud tidak akan memotong anggaran yang dibutuhkan selama pandemi Corona terjadi.

"Ini kita pastikan bahwa hal-hal yang lebih dibutuhkan pada saat krisis seperti ini itu tidak ada pemotongan," sebut Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga menyinggung perihal akses pembelajaran secara online (daring) yang diterapkan. Mantan CEO Gojek itu menyebut bahwa kondisi saat ini merupakan momentum untuk mempercepat pemerataan infrastruktur.

"Ini yang tadi saya sebut, untuk memastikan bahwa kita punya equal access atau akses yang merata diberbagai macam daerah-daerah, terutama daerah tertinggal, daerah 3T," ucap Nadiem.

"Ini menjadi suatu animo dan momentum kita ke depan untuk mengakselerasi, bukan hanya dari Kemendikbud, tentunya semua infrastruktur ini harus lintas kementerian," imbuhnya.

Sebelumnya, anggaran Kemendikbud 2020 tidak luput dari kebijakan realokasi untuk penanggulangan pandemi virus Corona. Jumlah anggaran Kemendikbud yang direalokasi mencapai lebih dari Rp 400 miliar.

"Jumlah realokasi anggaran untuk mendukung pencegahan COVID-19 sebesar Rp 405 miliar," kata Nadiem dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (27/3).

(zak/gbr)