Ketua MPR Ingatkan Tantangan Pasca-Corona bagi Pemuda di Era Digital

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 13:12 WIB
Bamsoet
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk pertama kalinya melakukan Sosialisasi Empat Pilar menggunakan aplikasi virtual Zoom. Ia mengungkapkan kehadiran virus Corona jangan menjadi alasan, bagi kaum muda untuk tak melakukan kegiatan berharga. Ruang kreativitas kebangsaan tak boleh mati lantaran kedatangan pandemi.

"Atas dasar itulah, sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang punya dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, tak akan berhenti hanya karena pandemi. Sosialisasi tetap berjalan, namun dengan cara yang berbeda dari sebelumnya. Dari perjumpaan fisik, menjadi perjumpaan virtual yang justru mendatangkan banyak manfaat baru," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (20/5/2020).

Kepala Badan Bela Negara FKPPI mengingatkan kaum muda bahwa pandemi COVID-19 akan membuat mereka menghadapi tantangan yang sangat berat. Bukan hanya pada ketatnya persaingan dalam dunia kerja, namun juga perubahan paradigma dalam memandang dunia.

Banyak sektor pekerjaan telah dan akan terhapus, tergantikan oleh sektor lain yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Dari mulai artificial intelligence hingga rekayasa genetika, kini menjadi primadona dunia.

"Pemuda Indonesia yang tak bisa mempersiapkan dirinya dengan baik, akan tergilas roda zaman. Jangan hanya puas menjadi penikmat teknologi informasi. Pemuda Indonesia juga harus terlibat dalam berbagai penemuan baru. Kecanggihan teknologi informasi tak berhenti sampai disini. Pasti masih ada peluang lain yang bisa digarap. Tinggal bagaimana kejelian dalam melihatnya," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menilai, sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu potensi Indonesia yang belum tergarap dengan baik, sekaligus menjadi peluang bagi pemuda untuk menciptakan nilai tambah. Di Malaysia misalnya, mereka memiliki durian Musang King yang sudah menjadi raja durian dunia. Di Indonesia dengan tanah yang luas dan iklim yang bagus untuk bercocok tanam, justru tak memiliki durian unggulan yang bisa di ekspor ke berbagai negara.

"Jangankan untuk buah-buahan, kebutuhan pokok seperti beras, bawang, hingga cabai saja, kita masih mengandalkan impor. Ini lucu sekaligus ironis. Akibatnya, tatkala musibah datang seperti pandemi COVID-19, kita pun ketar-ketir, khawatir negara asal menyetop impor untuk mencukupi kebutuhan dalam negerinya. Pandemi COVID-19 telah mengajarkan kedaulatan di bidang pangan mutlak harus diwujudkan. Kalau untuk urusan perut saja masih bergantung kepada negara lain, celakalah hidup kita," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, sosialisasi empat pilar MPR RI ini bekerja sama dengan Milenial Fest dan organisasi massa kepemudaan seperti PB HMI, GMNI, Pemuda Muhammadiyah, PMKRI, PII, KNPI, dan Pemuda Pancasila.

(akn/ega)