INDEF: Pelonggaran PSBB Tanpa Kehati-hatian Sama dengan Herd Immunity

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 07:10 WIB
Petugas memeriksa penumpang di dalam kendaraan yang melintas di Posko Check Point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2020). PSBB diterapkan di Padang dan kabupaten/ kota lain di provinsi itu mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei 2020 untuk menghentikan penyebaran COVID-19, diantaranya dengan membatasi aktivitas di luar rumah, wajib menggunakan masker serta pembatasan jumlah penumpang kendaraan roda empat dan roda dua.
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Institute for Development of Economics and Finance (Institut Pengembangan Ekonomi dan Keuangan) atau INDEF memperingatkan pemerintah agar tidak sembarangan melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pelonggaran PSBB secara serampangan sama saja dengan menuju herd immunity (kekebalan kawanan) dengan cara berbahaya.

"Peringatan yang harus disampaikan di sini bahwa pelonggaran dan wacana pelonggaran yang tidak berhati-hati tanpa pertimbangan data yang cermat ssama dengan masuk ke dalam jurang kebijakan herd immunity. Yang kuat sukses, yang lemah tewas," kata pendiri INDEF, Didik J Rachbini, dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (20/5/2020).

Herd immunity atau 'kekebalan kawanan' merupakan imunitas banyak individu terhadap suatu virus, kekebalan itu didapatkan banyak individu karena kawanan mereka sudah terjangkit virus secara besar-besaran. Yang selamat dari virus akan kebal, namun yang tidak selamat akan meninggal.

"Ini bisa dianggap sebagai kebijakan pemerintah menjerumuskan rakyatnya ke jurang kematian yang besar jumlahnya," tutur Didik.

Maka INDEF meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhati-hati terhadap wacana pelonggaran PSBB. Wacana itu membuat masyarakat tidak lagi disiplin mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus Corona.

"Presiden harus berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap pelonggaran dan wacana pelonggaran yang sudah salah kaprah dan ditanggapi terserah saja oleh publik dan masyarfakat luas. Ini sebagai pertanda tidak percaya dan pasrah terhadap keadaan," tutur Didik.

Simak juga videi Terkait PSBB, BPS: 72% Responden Jalankan Imbauan di Rumah Saja:

Selanjutnya
Halaman
1 2