Habib Bahar Dibui Lagi, Ditjen PAS Perketat Pengawasan Napi Asimilasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 03:51 WIB
Sejumlah warga binaan berjemur di bawah matahari di Rutan kelas 1, Depok, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Kementerian Hukum dan HAM menerapkan protokol kesehatan di rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) dengan meminta warga binaan berjemur guna membantu meningkatkan imunitas. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kemenhum HAM angkat suara terkait pelanggaran asimilasi yang dilakukan Habib Bahar bin Smith hingga dia kembali dibui. Ditjen PAS menyebut setiap narapidana yang mendapatkan asimilasi akan dikawal ketat oleh balai pemasyarakatan di daerah setempat.

"Kan dia (Habib Bahar) dikembalikan lagi karena dinilai melanggar peraturan khusus makanya dia dikembalikan lagi asimilasinya dicabut karena dia tidak berhak mendapatkan asimilasi di rumah dan harus menjalankan masa pidananya di dalam," kata Kabag Humas Ditjen PAS, Rika Apriani saat dihubungi, Selasa (19/5/2020).

Rika balai pemasyarakatan di daerah setempat akan melakukan pengawasan terhadap napi yang memperoleh asimilasi. Hal tersebut sebagai salah satu antisipasi jika ada yang melanggar.

"Antisipasinya kita tetap memperketat, tetap melaksanakan pembimbingan dan pengawasan oleh balai pemasyarakatan yang berkoordinasi juga dengan pihak Lapas, Rutan LPK dengan APH setempat, baik itu kejaksaan, kepolisian dan juda aparat setempat untuk membantu mengawasi warga binaan kami yang diasimilasi di rumah," jelasnya.

Rika menyebut hingga 19 Mei ada sekitar 124 narapidana asimilasi yang melakukan pelanggaran dan kembali ke penjara. Data tersebut diperoleh dari total 38 ribu lebih napi yang bebaskan sejak akhir April lalu.

"Data di kami ada sekitar di kita yang sudah terkonfirmasi dengan balai kemasyarakatan 124 per tadi pagi (19 Mei)," tutur Rika.

"Kalau boleh kami mengatakan angka warga binaan masih sangat besar sekali angkanya yang menjalankan asimilasi dengan baik di rumah, dan itu harus kita apresiasi jangan sampai yang melanggar ini yang menjadi wajah warga binaan kami yang baik-baik aja yang sudah berniat kembali ke masyarakat dengan baik," imbuhnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2