Viral Penghuni Keluhkan Kerumunan di Wisma Atlet, Pengelola Beri Penjelasan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 00:03 WIB
Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono
Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono (Foto: Farih/detikcom)
Jakarta -

Viral di media sosial adanya keluhan dari salah seorang penghuni di Wisma Atlet yang melakukan isolasi bersama istri dan anak-anaknya setelah kembali dari Belanda ke Indonesia. Keluhan itu mulai dari adanya kerumunan hingga kurangnya stok makanan.

Dalam tulisan yang beredar di media sosial, penghuni di Wisma Atlet merupakan seorang kandidat doktor di salah satu universitas di Belanda. Dia bersama keluarganya menjalani karantina meskipun rapid test menunjukkan hasil yang nonreaktif.

Ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh WNI tersebut. Salah satunya soal social distancing yang disebut tidak terlaksana sama sekali di gedung C2 Wisma Atlet.

"Tidak ada yang perlu disalahkan tapi ada yang bisa dibenahi. Pihak TNI dan petugas di sini terlihat telah berupaya semaksimal mungkin dengan segala daya yang mereka punya. Namun, penularan terus terjadi. Melalui berbagai pengumuman kami diberitahu bahwa penularan terjadi karena banyak warga wisma turun ke lantai 1. Itu benar, tapi hanya salah satu penyebab. Yang juga penting digali adalah akar penyebab mengapa orang pergi ke lantai 1? Mengapa orang tetap berdesakan?" demikian tulisan yang beredar di media sosial.

Menurut pandangan si penghuni tersebut, ada tiga penyebab orang berdesak-desakan di Wisma Atlet yakni distribusi makanan dan porsi makanan, penggunaan lift yang mestinya dikontrol ketat dan aturan protokol di Wisma Atlet yang disebut tidak ada. Ketiga poin tersebut diuraikan panjang lebar oleh kandidat doktor di salah satu universitas di Belanda tersebut.

Di bagian akhir tulisan, penghuni tersebut berharap ada perbaikan sistem di Wisma Atlet. Dia tidak ingin warga yang awalnya sehat namun setelah ditempatkan di pusat pengendalian Corona justru terpapar virus.

"Jadi, segala bentuk ketidakdisiplinan dan pengabaian itu ada latar belakang yang mendorongnya terjadi. Ada resiko besar di balik itu. Itulah yang harus dibenahi segera. Warga wisma ini kebanyakan hanyalah orang-orang yang tak tahu apa-apa saat dibawa ke sini. Kami sekeluarga begitu terkejut saat turun di Soetta langsung diangkut ke sini. Kami tidak dikabari siapapun sebelumnya. Andai kami tahu, mungkin kami memilih tinggal dulu di Eropa yang jauh lebih aman dan nyaman. Hak kami untuk tahu tidak diberikan. Sekarang di sini hak kami untuk makan dan berjarak pun sedang terancam,"

"Tolong sampaikan ini kepada orang-orang di atas sana. Mungkin mereka belum tahu detail-detail berbahaya yang sedang berlangsung di sini. Jika tidak ada perubahan sistem, sebaiknya lepaskan saja kami. Di luar sana kami punya ruang yang luas untuk jaga jarak, menjaga diri dan orang lain. Jangan sampai kami yang sehat saat berangkat dari luar negeri justru terjangkit di pusat pengendalian COVID ini. Jangan sampai Wisma Atlet menjadi pusat penularan COVID. Pengelola wisma melihat masalah dari sudut pandang mereka. Saya melihat dari sudut pandang selaku warga wisma. Tidak untuk menyalahkan siapa-siapa, tapi andai kedua sudut pandang dipertemukan, mungkin kita lebih cepat membuat perbaikan,"

detikcom kemudian meminta konfirmasi terkait tulisan yang viral itu kepada Pangkogabwilhan I Laksamana Madya Yudo Margono. Yudo mengakui memang mulanya sulit untuk mengatur para WNI agar menerapkan protokol kesehatan di Wisma Atlet.

"Jadi sudah benar itu awal-awal. Jadi begini permasalahannya, itu Wisma Atlet yang sudah 2 tahun tidak pernah dihuni, disuruh nyiapin dalam waktu sehari, terus didatangkan orang 1.889. Bayangkan kira-kira, bayangkan saja susah itu. Ini bayangkan saja saya susah, untuk awal-awal ya memang seperti itu. Artinya kalau itu orang luar mungkin saya paham bisa ngantri. Ini kan orang Indonesia, dikasih apapun ya senangnya gerontalan seperti itu, sudah diatur ya susah apalagi orang dari luar negeri mintanya dilayani semua, yang ngelayani itu para tentara yo ngenek seperti itu," kata Yudo saat dihubungi, Selasa (19/5/2020).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2