Polemik Bantuan Kemensos, Bupati Serang: Jangan Rusak Bulan Suci

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 20:40 WIB
Pemkab Serang
Foto: Pemkab Serang
Jakarta -

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta masyarakat tidak panik terkait persoalan pembagian bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sebab bantuan yang diberikan tidak hanya BST, juga ada dari Pemprov Banten, Pemkab Serang, dana desa, serta bantuan swasta.

Tatu pun menyayangkan jika ada sikap anarkis masyarakat kepada pemerintah desa terkait masalah BST. Dirinya mengatakan seharusnya jangan ada sikap yang merugikan semua pihak, terlebih pada momen bulan suci Ramadhan.

"Kita sedang ada musibah, kita sekarang sedang susah, jangan anarkis, tidak boleh emosi. Kita justru harus mendekatkan diri kepada Allah SWT, harus intropeksi diri," ucap Tatu dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2020).


Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah butuh proses, agar tidak menyalahi aturan. Jadi sangat tidak pantas pada bulan suci Ramadhan ini, memaksa bantuan semua harus serba cepat diselesaikan.

"Masyarakat diharapkan bisa menunggu, bisa memaklumi. Kalau belum dapat, bisa dicatat ke kades dan disampaikan ke Dinsos. Jangan rusak bulan suci, lebih baik perbaiki ibadah," imbaunya.

Lebih lanjut, Tatu mengaku mendapat informasi dari Kemensos agar pemerintah daerah kembali memasukan data calon penerima bantuan. Namun banyak para calon penerima yang tidak memiliki data kependudukan yang sempurna. Tatu pun meminta Disdukcapil untuk turun tangan.

"Kalau Kemensos datanya harus sempurna," tuturnya.

Tatu memastikan, jika masyarakat sudah terdata oleh pemerintah desa, akan mendapatkan bantuan, baik dari Kemensos, Pemprov Banten, Pemkab Serang, maupun dana desa.

"Jadi Insyaallah, jangan panik. Tapi harus fair, kalau yang sudah mendapatkan, jangan berharap dapat bantuan lagi. Tapi masyarakat berpikir mereka semua dapat berbagai bantuan dari Kemensos," tambahnya.

Sementara itu, bertempat di Pendopo Bupati Serang, Tatu menerima secara simbolis bantuan 2 ton beras dan 2.000 masker dari Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Serang.

"Kami ucapkan terima, dan akan kami kumpulkan di Dinsos, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Tatu, saat ini dampak pandemi COVID-19 dirasakan oleh banyak pihak, termasuk pemerintah daerah. Tapi dalam kondisi apapun, aparatur pemerintah harus tegak berdiri dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Saya mengimbau bagi lembaga atau elemen yang mampu untuk sama-sama membantu, dan meningkatkan ibadah. Sedekah, terlebih saat Ramadhan, Insyaallah menjadi amal ibadah yang berlipat," pungkas Tatu.

(mul/mpr)