Jokowi Ajak Hidup Damai dengan Corona, JK: Kalau Virusnya Nggak Mau Gimana?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 20:37 WIB
Jusuf Kalla
Jusuf Kalla (Rahel/detikcom)

JK juga menanggapi soal ide terkait herd immunity. Menurut dia, hal tersebut bisa menyebabkan banyak orang meninggal dunia.

"Herd immunity bisa saja cuma korbannya banyak, apa yang dilakukan di Swedia dia tidak melakukan lockdown dibanding Finland, Norwegia. Tingkat kematian di Swedia lima kali lipat dibanding negara di sekitarnya akibat ingin mencoba herd immunity. Boleh saja tapi korbannya banyak," ujar JK.

"Kalau korban materi barangkali bisa saja diganti, tapi kalau korban jiwa bagaimana? Jadi jangan coba-coba yang begini. Korbannya banyak pasti, apakah kita akan memilih itu, jangan. Negara apa yang ingin seperti itu dan itu tidak dianjurkan oleh WHO atau lembaga apa pun. Itu belum pasti lagi imun, bisa saja mati. Ini kan virus ganas dan tidak milih-milih siapa dan tidak bisa diajak berdamai," sambung dia.

Istilah 'hidup berdamai dengan Corona' sebelumnya disampaikan Presiden Jokowi dalam video yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/5). Jokowi mengatakan, sebelum ada vaksin Corona, masyarakat harus berdamai dengan virus ini.

"Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi, dan seterusnya. Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan COVID untuk beberapa waktu ke depan," ujarnya.

Jokowi mengatakan pemerintah terus berusaha agar pandemi virus Corona di Indonesia segera berakhir. Namun, Jokowi menyebut, berdasarkan keterangan para ahli, kasus yang turun tidak berarti langsung landai.

"Kita berusaha keras dan berharap puncak pandemi COVID-19 ini akan segera menurun. Namun demikian, beberapa ahli mengatakan ketika kasusnya sudah turun, tidak berarti langsung landai atau langsung nol," kata Jokowi.

selanjutnya
Halaman

(knv/gbr)