Anies: 60% Warga DKI di Rumah Sejak Maret tapi Kita Ingin 80%

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 17:53 WIB
Gubernur Anies Baswedan memaparkan data, 19 Mei 2020. (YouTube Pemprov DKI)
Gubernur Anies Baswedan memaparkan data, 19 Mei 2020. (YouTube Pemprov DKI)
Jakarta -

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan hasil pembatasan sosial dalam rangka menanggulangi penyebaran COVID-19 di DKI sejak Maret. Hasilnya, 60% warga Jakarta berada di rumah. Namun itu belum cukup.

"Hampir 60% warga Jakarta itu berada di rumah saja. Angka ini melonjak signifikan dari sekitar 40%-an menjadi 60%. Di antara seluruh provinsi di Jawa, lompatan di Jakarta paling tinggi," kata Anies dalam paparan yang disiarkan oleh kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Anies menjelaskan data ini diperoleh dari pelacakan pergerakan ponsel warga. Grafiknya dibuat oleh tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

"Artinya, ada keseriusan warga di Jakarta untuk menangkis penularan dengan cara berada di rumah. Ini adalah satu kerja kolektif yang nanti kita lihat dampaknya," ujar Anies.

Misi belum selesai. Anies ingin menurunkan angka penularan. Soalnya, ada kecenderungan di bulan Ramadhan ini lebih banyak warga pergi ke luar rumah pada sore hingga malam hari. Seolah-olah, kurva menunjukkan bakal ada puncak kedua Corona di Jakarta akibat banyaknya orang yang ke luar rumah.

"Kalau ditanya keinginan, kita inginnya bisa sampai 70-80% yang berada di rumah. Makin banyak yang berada di rumah, makin rendah potensi penularan," kata Anies.

(dnu/dhn)