RI Belum Pakai Definisi Kematian COVID-19 Versi Terbaru WHO

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 13:27 WIB
Achmad Yurianto
Jubir Penanganan Corona Achmad Yurianto (Dok. BNPB)
Jakarta -

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kematian COVID-19 tak hanya mencakup kematian dari orang yang terbukti positif COVID-19 namun juga termasuk kematian dari orang yang diduga terjangkit COVID-19. Definisi kematian COVID-19 tersebut sudah ditetapkan sejak sebulan lalu. Hingga kini, Indonesia belum memakai definisi kematian COVID-19 dari WHO itu.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menilai definisi kematian COVID-19 yang disebut WHO itu bukanlah hasil keputusan organisasi itu, melainkan hanya sebatas pendapat dari laporan harian (situation report/sitrep). Maka Indonesia tidak merasa perlu untuk mengikuti definisi itu.

"Itu adalah pendapat hari itu saja, besoknya sudah tidak ada pendapat itu. Formatnya (pelaporan angka kematian) juga tidak berubah," kata Yuri saat dimintai keterangan oleh detikcom, Senin (18/5/2020).

Format pelaporan angka kematian COVID-19 yang digunakan Indonesia masih menggunakan format lama, yakni angka kematian dari orang yang dibuktikan lewat tes bahwa yang bersangkutan positif COVID-19. Dengan format itu, orang yang meninggal dalam kondisi sebatas diduga COVID-19 tidak ikut dihitung sebagai 'kematian COVID-19'.

"Sekarang formatnya masih tetap dengan format yang lama. Kalau tidak ada perubahan pada format pelaporannya, masa saya ubah sendiri?" ujar Yuri.

Laporan angka kematian dilaporkan oleh Indonesia ke WHO setiap harinya. Yuri mengatakan itu adalah ketentuan standar pelaporan pandemi.

Tonton video WHO: Virus Corona Mungkin Tak Akan Pernah Hilang:

Selanjutnya
Halaman
1 2