Polri Juga Selidiki Impor Tekstil Ilegal, Dari Sisi Dagang-Perlindungan Konsumen

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 06:08 WIB
Gedung Mabes Polri
Foto: Gedung Mabes Polri (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri saat ini turut melakukan penyelidikan atas kasus impor tekstil yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun Bareskrim menyelidiki berdasarkan dugaan pelanggaran Undang-undang Perdagangan dan Perlindungan Konsumen.

"Yang ditangani oleh Bareskrim itu terkait 27 kontainer, masih dilakukan pendalaman, Kami masih penyelidikan. Kalau Bareskrim melakukan penyelidikan atas dugaan pelanggaran atas Undang-undang Perdagangan dan Undang-undang Perlindungan Konsumen, dan itu masih dalam penyelidikan," jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kombes Helmy Santika, kepada detikcom, Senin (18/5/2020) malam.

Helmy mengatakan barang tersebut berasal dari Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Dia kemudian menyebutkan contoh pelanggaran dagang semisal barang tak ada cap dan tak sesuai SNI.

"Ada dugaan barang berupa tekstil yang ada di pasaran yang diduga dari Batam yang tidak sesuai dengan spek. Kami polisi melihat spesifikasi teknis, misalkan barang itu ada capnya dari mana, kalau tidak ada (cap) kan melanggar SNI, melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen," jelas Helmy.

Helmy menyampaikan saat ini sudah ada 15 saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik terkait dugaan tindak pidana ini. Namun Helmy enggan merinci siapa saja yang telah diperiksa oleh penyidik.

"Kami masih mengklarifikasi, ada 15 orang yang kami mintai keterangan," ucap dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2