Gubernur Sulsel Minta Pelaku Bully Bocah Penjual Jalangkote Diproses Hukum

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 15:40 WIB
Noval Dhwinuari Antony-detikcom/ Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Noval/detikcom)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah menyayangkan kejadian seorang bocah penjual jalangkote di Kabupaten Pangkep jadi korban perundungan (bullying) oleh sejumlah pemuda. Nurdin meminta agar para pelaku segera diproses hukum.

"Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita RZ oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di Tanah Air, saya tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut," ujar Nurdin melalui akun Instagram miliknya, Senin (18/5/2020).

Terlebih menurut Nurdin, aksi bully kepada RZ terjadi saat RZ tengah membantu ekonomi kedua orang tuanya, yakni dengan berkeliling menjual jalangkote, makanan khas Sulsel.

"Saat ini para pelaku perundungan telah diamankan di Polres Pangkep. Saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai Undang-undang yang berlaku," imbuhnya.

Setiap korban bullying atau perundungan pasti akan mengalami dampak terhadap mental dan psikologinya. Nurdin ingin kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Ini tentu tidak baik buat perkembangan seorang anak, olehnya saya mengajak kita semua untuk stop bullying, mari mendidik anak kita untuk tidak melakukan perundungan kepada siapa pun, dengan cara apa pun," ucapnya.

View this post on Instagram

Menyikapi perundungan (bullying) yang dialami anak kita Rizal oleh sekelompok anak muda di Pangkep dan viral di tanah air, saya tentu prihatin dan sangat menyesalkan kejadian tersebut, terlebih peristiwa tersebut dialami Rizal saat membantu orang tuanya mencari nafkah Saat ini para pelaku perundungan telah diamankan di Polres Pangkep, saya berharap mereka ini diproses hukum sesuai Undang-undang yang berlaku. Korban perundungan atau bullying akan berdampak pada psikologi dan mental seseorang, ini tentu tidak baik buat perkembangan seorang anak, olehnya saya mengajak kita semua untuk STOP BULLYING, mari mendidik anak kita untuk tidak melakukan perundungan kepada siapapun, dengan cara apapun.

A post shared by Prof. Nurdin Abdullah (@nurdin.abdullah) on May 18, 2020 at 12:18am PDT

Sebelumnya diberitakan, 8 orang yang ditangkap polisi terkait bully terhadap RZ di Kabupaten Pangkep, Sulsel, ditetapkan jadi tersangka. Polisi mengantongi 2 video aksi bully terhadap RZ.

"Ada 8 orang yang kita amankan dan semuanya telah kita tetapkan sebagai tersangka hari ini," kata Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji, Senin (18/5).

Kedelapan orang yang ditetapkan tersangka tersebut terdiri atas pelaku utama yang dalam video viral tampak memukul RZ hingga tersungkur. Sementara tersangka lainnya ialah pelaku yang merekam dan mengunggah video.

(nvl/jbr)