Viral Ratusan Lumba-lumba Muncul di Labuan Bajo, Ini Kata DKP NTT

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 12:35 WIB
Video kemunculan ratusan lumba-lumba disebutkan terjadi di Labuan Bajo (Screenshot video viral)
Video kemunculan ratusan lumba-lumba disebutkan terjadi di Labuan Bajo (Screenshot video viral)
Jakarta -

Video kemunculan ratusan lumba-lumba berenang di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), beredar di media sosial (medsos). Disebutkan video tersebut berlokasi di dekat Pulau Sebayur.

Dalam video yang dibagikan, terlihat lumba-lumba tersebut berenang di sisi kapal. Ada juga video yang merekam lumba-lumba berenang di depan kapal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Ganef Wurgiyanto, mengatakan tengah mencari informasi akurat terkait video tersebut. Dia mengatakan lumba-lumba punya kebiasaan bermigrasi.

"Adanya lumba-lumba, dia kan mamalia, tapi dia tetap ikan. Pergerakan ikan bermigrasi ada 3 alasan. Pertama mencari makan, berarti di situ ada kelimpahan makanan bagi lumba-lumba," kata Ganef saat dihubungi, Senin (18/5/2020).

Alasan lain lumba-lumba bermigrasi, lanjutnya, ialah untuk mencari suhu air yang sesuai dengan tubuh mereka. Selain itu, lumba-lumba bermigrasi untuk melakukan ritual perkawinan atau pemijahan.

Ganef mengatakan pada bulan Mei, biasanya terjadi kelebihan makanan. Ada ikan kecil yang menjadi makanan lumba-lumba. Selain itu, lumba-lumba juga mencari suhu air yang sesuai dengan tubuh mereka.

"Tapi Labuan Bajo bukan tempat pemijahan. Jadi kemungkinan dua alasan itu," ujar dia.

Ganef mengatakan lumba-lumba juga merupakan ikan yang tak dapat hidup sendirian. Mereka selalu bermigrasi dengan jumlah banyak. Dia mengatakan lumba-lumba muncul di Labuan Bajo karena sedang bermigrasi.

"Sebenarnya yang sering itu di Flores Timur, di Lembata, di Alor. Kalau Labuan Bajo, dia kan pergerakan dari Samudera Hindia menuju Pasifik atau dari Samudera Hindia ke Laut China Selatan," ujar Ganef.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Ikram M Sangaji, juga mengatakan kemunculan kawanan lumba-lumba bukan merupakan fenomena baru. Dia mengatakan lumba-lumba bergerombol dan biasanya lebih dari 2-3 jenis saat melakukan pergerakan.

"Sehingga terlihat dalam jumlah banyak. Pergerakan lumba-lumba tersebut mengikuti pergerakan arus yang membawa makanannya. Biasanya arah pergerakan berdasarkan lintang utara ke selatan atau sebaliknya," ujar Ikram.

"Jika dalam pergerakan tersebut ada individu yang mengalami tekanan fisik dari aktivitas manusia, misalnya aktivitas perikanan dan atau kapal pelayaran maka individu yang mengalami tekanan tersebut akan ditinggal gerombolannya karena mengalami disorientasi dan akhirnya temukan mati atau terdampar di pantai," tambahnya.

Tonton juga video Italia Lockdown, Air Kanal Venesia Jernih dan Muncul Lumba-lumba:

(jbr/jbr)