Belajar dari 3 Gelombang Wabah Flu Spanyol, Bagaimana dengan Corona?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 11:56 WIB
Virus corona dan pandemi flu Spanyol: Wabah pada 1918 menewaskan 50 juta orang, bagaimana perubahan dunia saat itu dan apa yang dapat dipelajari sekarang?
Foto: Flu Spanyol yang melanda dunia pada tahun 1918 (BBC World)
Jakarta -

Kita tak pernah tahu berapa jumlah gelombang wabah Corona akan terjadi. Jika melihat sejarah, flu Spanyol pernah sampai mengalami tiga gelombang. Apa yang bisa dipelajari dari gelombang wabah Spanyol?

Perbincangan soal gelombang wabah flu Spayol tahun 1918 ini ramai kembali, usai disinggung oleh seorang aktivis Internet untuk demokrasi, Eli Periser. Melalui akun Twitternya, Eli membagikan grafik yang memperlihatkan tiga gelombang korban kematian akibat flu Spanyol. Twit tersebut kemudian diretweet ulang hingga 3,9 ribu kali.

Eli mengingatkan, bahwa kita tidak tahu dimana puncak gelombang wabah sesungguhnya. "Pengingat: Hanya karena kita telah mencapai puncak bukan berarti kita telah mencapai puncak," tulis Eli lewat akun Twitternya @elipariser, 27 April 2020. Dalam grafik itu, Eli menandai gelombang wabah yang paling rendah, dia menulis "mungkin kita berada di sini".



detikcom menelusuri sumber grafik gelombang wabah flu Spanyol yang dibagikan oleh Eli. Grafik tersebut identik dengan grafik gelombang wabah flu Spanyol di Amerika Serikat (AS) yang tercantum di laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention, disingkat CDC) AS.

Tiga gelombang wabah flu Spanyol (dok. CDC)Tiga gelombang wabah flu Spanyol (dok. CDC)

Seperti dilihat detikcom pada laman CDC, tiga gelombang flu Spanyol itu melanda AS selama tiga musim. Yakni musim semi, musim gugur, dan musim dingin.

Gelombang pertama pada musim semi, wabah pertama penyakit seperti flu terdeteksi di AS pada bulan Maret, dengan lebih dari 100 kasus dilaporkan di Camp Funston di Fort Riley, Kansas. Selanjutnya pandemi ini kembali memuncak pada musim gugur 1918.

"Ada 3 gelombang penyakit yang berbeda selama pandemi, mulai Maret 1918 dan mereda pada musim panas 1919. Pandemi memuncak di AS selama gelombang kedua, pada musim gugur 1918. Gelombang kedua yang sangat fatal ini bertanggung jawab atas sebagian besar Kematian AS dikaitkan dengan pandemi," bunyi CDC dalam laman resminya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3