Round-Up

Peringatan Keras PAN ke Kader yang Kaitkan Amien dengan Sengkuni

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 07:23 WIB
Rizki Aljupri, Pan
Foto: Rizki Aljupri. (Dok Pribadi).
Jakarta -

Pernyataan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Rizki Aljupri soal sengkuni yang dikaitkan dengan Amien Rais membuat panas para loyalis mantan Ketua Dewan Kehormatan PAN itu. Sudah meminta maaf, PAN juga menegur keras Rizki Aljupri atas pernyataannya.

Istilah sengkuni berawal dari mundurnya Hanafi Rais dari PAN memunculkan sinyal akan adanya partai baru. Wakil Bendahara Umum DPP PAN Rizki Aljupri menyebut orang yang akan bergabung pada partai baru tersebut merupakan sekelompok orang yang tak dapat menerima kekalahan saat Kongres PAN Februari lalu di Kendari.

"Melihat pemetaan individu yang menyatakan akan bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais, DPP PAN menilai ini tidak lebih dari sekelompok orang yang tidak dapat menerima kekalahan karena jagoan mereka kalah dalam Kongres PAN di Kendari," ujar ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5/2020).

Rizki yang juga merupakan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tegal menilai, PAN justru bersyukur dengan keluarnya beberapa orang tersebut. Menurutnya, hal ini membuat partai pimpinan Ketum Zulkifli Hasan itu terbebas dari orang dengan karakter sengkuni.

"Kami justru bersyukur, karena saat ini PAN dapat lepas dari orang-orang yang memiliki karakter sengkuni," kata Rizki.

Loyalis Amien Rais, termasuk dari DPW PAN DIY, panas atas pernyataan Rizki. Rizki bahkan disebut sebagai cebong biru.

Salah satu loyalis Amien Rais, Agung Mozin membalas pernyataan Rizki. Ia menyebut justru pimpinan PAN-lah yang memiliki karakter Sengkuni.

"Siapa Sengkuni di PAN, itu adalah orang-orang yang masuk atau disusupkan pimpinan PAN ke dalam kepengurusan PAN. Mereka itu yang tidak paham apa yang menjadi landasan perjuangan partai dan tiba-tiba sudah masuk menjadi pengurus harian partai sebagai elite baru cuma karena kedekatan-kedekatan dengan anggota keluarga atau istri pimpinan PAN," kata Agung, Sabtu (16/5/2020).

"Saat ini justru pimpinan PAN dan rombongannyalah yang Sengkuni sesungguhnya, di mana mengelola partai justru melibatkan anak dan isterinya dalam rapat-rapat partai termasuk menentukan nama-nama yang jadi pengurus DPP PAN," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2