Anggota BPK ke Ulum Eks Aspri Nahrawi: Jangan Menuduh Tanpa Dasar dan Fakta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 13:20 WIB
Tersangka yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum diperiksa KPK. Ia terlihat sangat semringah.
Foto: Aspri eks Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Miftahul Ulum, asisten pribadi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebut ada aliran dana ke oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kejagung dalam kasus dana hibah KONI. Anggota BPK Achsanul Qosasi meminta Ulum tidak melempar tuduhan tanpa fakta.

"Kasus ini adalah Kasus dana Hibah KONI yang diperiksa oleh BPK tahun 2016. Pemeriksaan Hibah KONI belum periode saya. Surat Tugas Pemeriksaan bukan dari saya. Saya memeriksa Kemenpora pada tahun 2018 untuk pemeriksaan Laporan Keuangan," kata Achsanul dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Achsanul mengaku tidak mengenal Ulum. Dia berharap bisa bertemu Ulum untuk mengonformasi kesaksiannya itu.

"Saya tidak kenal saudara Ulum dan tidak pernah berkomunikasi dengan dia. Saya akan senang jika saya bertemu saudara Ulum untuk mengkonformasi ucapan dan tuduhannya," ujarnya.

Achsanul meminta Ulum tidak menuduh tanpa dasar. Dia berharap proses hukum kasus KONI berjalan dengan fair.

"Semoga saudara Ulum bisa menyampaikan kebenaran yang sesungguhnya, jangan melempar tuduhan tanpa dasar dan fakta yang sebenarnya. Dan saya mendukung proses hukum kasus KONI ini berjalan lancar dan fair, tanpa ada fitnah pada pihak lain, termasuk saya sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Miftahul Ulum mengakui menerima uang dari mantan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy. Ulum menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menpora Imam Nahrawi yang didakwa menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar dan gratifikasi Rp 8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan KONI.

Tonton juga video DPR Komisi XI ke BPK Bahas Kelanjutan Jiwasraya:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2