Viral Ibu Geng Motor Protes Anak Ditembak Bak Teroris, Polda Sumut Bicara SOP

Ahmad Arfah - detikNews
Jumat, 15 Mei 2020 11:51 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan (Foto: Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Sebuah video berisi ibu memprotes polisi menembak anaknya yang ditangkap karena diduga menjadi geng motor dan merusak rumah warga di Medan viral. Polisi pun menjelaskan soal proses penangkapan yang sesuai prosedur.

Dilihat detikcom, Jumat (15/5/2020), dalam video viral tersebut terlihat seorang ibu yang mengaku bernama Sinta Rumata Simanjuntak bicara soal penangkapan dua anaknya yang bernama Fernando dan Daniel Sinurat pada 23 April 2020. Ibu berbaju biru tersebut bicara sambil duduk di lokasi seperti teras rumah.

Menurut Sinta, anaknya tersebut tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. Dia juga menyebut anaknya sudah diborgol saat penangkapan.

"Tidak ada melakukan perlawanan, tangan mereka sudah diborgol, mata mereka ditutup dengan lakban, mereka dibawa dengan mobil berbeda," kata Sinta.

Dia mengatakan anaknya kemudian diturunkan di suatu tempat seperti rawa-rawa. Di lokasi itu, kata Sinta, anaknya disuruh telungkup lalu ditembak pada bagian kaki.

"Setelah itu mereka dibawa entah ke mana, mereka kemudian sampai ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat pengobatan sekadarnnya. Kaki mereka diperban," ucapnya.

Dia mengatakan anaknya kemudian ditahan di Polsek Helvetia. Dia mengaku tak bisa menjenguk anaknya selama 12 hari di dalam tahanan.

"Saya jadi heran, jika anak saya dituduhkan melakukan kesalahan sebagaimana surat penangkapan mereka yang datang pada 25 April 2020 di Pasal, kesalahan, 170 ayat 2 sementara penangkapan dan penembakan terjadi 23 April, apakah pasal 170 itu begitu mengerikan sehingga anak saya diperlakukan seperti teroris, seperti pengedar narkoba?" ucapnya.

Simak juga video Bak Film Action, Polisi Kejar dan Lumpuhkan Begal di Cakung:

Selanjutnya
Halaman
1 2