Round-Up

Pinta Maaf Elite 'Partai Matahari' Gegara Kaitkan Amien dengan Sengkuni

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 23:37 WIB
PAN menggelar rakernas untuk mempersiapkan pemilihan ketua umum partai itu. Sejumlah tokoh mulai dari Amien Rais hingga Zulkifli Hasan hadiri acara itu.
Foto: Elite PAN (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Mundurnya Hanafi Rais dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan munculnya wacana membentuk partai baru menimbulkan berbagai polemik di publik. Dari seorang kader PAN, terlontar PAN bersyukur telah pergi karakter sengkuni yang dikaitkan dengan Amien Rais. Elite PAN pun minta maaf, karena kadernya menyinggung karakter sengkuni yang multitafsir.

Hal ini berawal dari mundurnya Hanafi Rais dari PAN memunculkan sinyal akan adanya partai baru. Wakil Bendahara Umum DPP PAN Rizki Aljupri menyebut orang yang akan bergabung pada partai baru tersebut merupakan sekelompok orang yang tak dapat menerima kekalahan.

"Melihat pemetaan individu yang menyatakan akan bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais, DPP PAN menilai ini tidak lebih dari sekelompok orang yang tidak dapat menerima kekalahan karena jagoan mereka kalah dalam Kongres PAN di Kendari," ujar ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/5/2020).

Rizki yang juga merupakan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Tegal menilai, PAN justru bersyukur dengan keluarnya beberapa orang tersebut. Menurutnya, hal ini membuat PAN terbebas dari orang dengan karakter sengkuni.

"Kami justru bersyukur, karena saat ini PAN dapat lepas dari orang-orang yang memiliki karakter sengkuni," kata Rizki.

Rizki mengatakan, DPP tengah memproses pengangkatan Plt Ketua DPW di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Sulawesi Barat. Hal ini karena keduanya telah menyatakan keluar dan akan bergabung dengan partai baru.

"Khusus untuk Provinsi DIY dan Sulawesi Barat, DPP sedang memproses pengangkatan Plt. Hal ini disebabkan Ketua DPW di 2 Provinsi tersebut secara terang-terangan sudah menyatakan keluar dari PAN, dan akan bergabung dengan partai politik baru," kata Rizki.

"Oleh karena itu secara de facto, saudara Nazaruddin dan Asri Anas (eks Ketua DPW Sulawesi Barat) tidak lagi berhak berbicara atas nama PAN. Karena nantinya, Plt yang ditunjuk oleh DPP lah yang berhak dan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan Muswil di provinsi masing-masing," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4