Hingga hari ini, target 10 ribu tes Corona per hari dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum juga berhasil terpenuhi. Juru Bicara Penanganan COVID-19 yang juga pejabat Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto (Yuri), mengatakan Jokowi memahami sulitnya memenuhi target itu.
"Yang pasti, Presiden pun memahami bahwa ini sulit," kata Yuri kepada detikcom, Rabu (14/5/2020).
Dia menilai angka 10 ribu yang disebut Jokowi tidak bermakna jumlah tes yang sebenarnya, melainkan mengandung perintah agar Kementerian Kesehatan dan laboratorium di seluruh Indonesia melakukan tes Corona sebanyak-banyaknya.
"Angka 10 ribu itu dapat dibilang 'pokoknya harus banyak' begitu," kata Yuri.
Untuk meningkatkan jumlah tes Corona, negara membutuhkan alat real time PCR, membutuhkan tiga jenis reagen, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang bisa melakukan pengetesan, dan distribusi logistik yang lancar.
"Ini bukan sesuatu yang mudah. Ini masalah kompleks," kata Yuri.