Kemenag Gelar Doa Kebangsaan Lintas Agama Virtual, Jokowi-Ma'ruf Hadir

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 10:11 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin memimpin rapat kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Dalam rapat tersebut membahas penyampaian progam dan kegiatan di bidang perekonomian.
Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar doa bersama lintas agama untuk meminta agar wabah virus Corona segera berakhir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hadir.

Doa bersama digelar virtual dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kementerian Agama, Kamis (14/5/2020). Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan doa bersama ini dilakukan agar Tuhan mencabut wabah COVID-19 dari Indonesia.

"Umat masing-masing agama telah berdoa dengan penuh kekhusyukan untuk kiranya Tuhan berkenan mencabut wabah itu. Berdoa secara nasional pun telah dilakukan. Kali ini doa itu kita panjatkan kembali ke hadirat-Nya menurut ajaran agama yang masing-masing kita anut secara berurutan yang kita namakan dengan doa kebangsaan dan kemanusiaan," ujar Menag Fachrul.

Fachrul menyebut umat manusia di dunia juga diserukan oleh Komite Tinggi Kemanusiaan yang diinisiasi Grand Syekh Al Azhar Kairo bersama Paus Fransiskus Vatikan untuk berdoa bersama. Umat manusia berdoa agar ujian COVID-19 ini segera dicabut.

"Pada hari ini juga umat manusia untuk bersama mengetuk pintu langit berdoa bagi kemanusiaan khususnya memohon perkenan Tuhan untuk memcabut ujian dan cobaan Tuhan yang bernama COVID-19 ini," ujarnya.

Menag Fachrul RaziMenag Fachrul Razi Foto: Agung Pambudhy

Dalam doa bersama nasional tersebut, hadir pula perwakilan masing-masing agama di Indonesia, yaitu Prof KH Quraish Shihab mewakili agama Islam, Pdt Roni Manda mewakili Agama Kristen, Ignatius Kardinal Suharyo mewakili agama Katolik.

Hadir pula Ida Pedanda Made Gede mewakili agama Hindu, Sri Pannavaro Mahathera mewakili agama Budha, dan Budi Tanuwibowo mewakili agama Kong Huchu.

(azr/hri)